Daging merah (foto/jpnn.com)
RIAUPOS.CO – Biasanya, menu masakan saat Idul Adha dihiasi dengan sajian daging kurban, baik itu daging kambing, sapi, atau domba. Kalau daging tidak semua langsung dimasak, sisanya langsung masuk freezer. Tapi jangan menyimpan daging kurban terlalu lama, ya.
Menurut dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter, apabila daging kurban tidak disimpan dengan benar, daging tersebut berpotensi menjadi tempat tinggal bakteri penyebab penyakit. Namun apabila daging tidak akan diolah dalam waktu dekat, daging wajib masuk freezer.
Meski freezer bisa menjaga makanan dalam waktu lama, tetapi tetap ada aturan dan batas waktu penyimpanan. Untuk daging sapi dan daging kambing, masa penyimpanan idealnya adalah 2-3 bulan.
Tips menyimpan daging kurban agar tetap layak konsumsi
Aturan pertama yang penting dilakukan sebelum menyimpan daging kurban adalah mencuci tangan terlebih dulu dengan sabun dan air mengalir.
“Ini penting karena bakteri di tangan bisa berpindah dan menetap di daging kurban yang akan Anda konsumsi,†jelas dr. Karin.
Selanjutnya, sebisa mungkin pisahkan piring, mangkuk, dan berbagai peralatan masak atau makan untuk daging mentah dan daging atau makanan lain yang sudah matang. Langkah ini fungsinya adalah untuk menurunkan risiko penyebaran kuman.
Aturan lain yang juga tak kalah penting adalah:
Simpan daging kurban di wadah makanan yang tertutup rapat dan aman.
Saat IdulAdha freezer memang sering dimanfaatkan untuk menyimpan daging kurban. Namun sebaiknya jangan terlalu lama disimpan, agar daging tetap layak untuk dikonsumsi nantinya.(RN/ RVS)
Editor: Deslina
Sumber: JPNN.com
Padati Bike Community Pariaman mengirim tiga goweser untuk ikut Riau Pos Fun Bike 2026, mendukung…
Aksi penjambretan di Bukit Raya berujung maut. Korban tewas saat mempertahankan tas, dua pelaku diamankan…
Kennedy dan Melissa resmi dinobatkan sebagai Koko Cici Riau 2026 dalam grand final di Mal…
Roadshow Kopi Good Day Goes to School kembali digelar di SMAN 6 Pekanbaru dan disambut…
Museum Sang Nila Utama Pekanbaru resmi ditetapkan sebagai museum Tipe B oleh Kementerian Kebudayaan RI…
BPBD Siak, polisi, dan BBKSDA memastikan video dugaan serangan harimau di Kandis adalah hoaks dan…