Categories: Nasional

Udara Pekanbaru Sudah Tidak Sehat

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Situasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan masih menunjukkan kondisi yang fluktuatif. Di satu tempat mengalami penurunan, namun di sisi lain terjadi kenaikan jumlah titik panas. Berdasarkan pemantauan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), penurunan titik panas paling tinggi terjadi di Riau. Kemarin (11/8), titik panas hanya tersisa 29 saja. Jauh menurun dibandingkan data sehari sebelumnya yang mencapai 126 titik.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data Informasi dan Humas (Pusdatinmas) BNPB Agus Wibowo mengatakan, keberadaan titik api membuat jarak pandang menurun akibat berasap. Yang paling parah adalah Pekanbaru dengan jarak pandang lima kilometer dan Sanggau empat kilometer. Sementara dari aspek kesehatan, kualitas udara tidak sehat terpantau di tiga kota.

"Berdasar nilai PM10 menunjukkan Pekanbaru 166 tidak sehat, Pontianak 253 sangat tidak sehat, Palangkaraya 217 sangat tidak sehat," imbuhnya.

Dia menegaskan, upaya pemadaman terus dilakukan jajarannya bersama instansi lain yang tediri dari TNI, Polri, BNPB, BPBD, masyarakat. Total personel yang diterjunkan sejumlah 9.072 orang yang tersebar di enam provinsi, meliputi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantar Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

"Kami saling bahu-membahu untuk memadamkan api baik dari darat maupun dari udara atau water bombing," terangnya.

TNI sebagai salah satu instansi yang terlibat dalam upaya pemadaman api meninjau langsung daerah terdampak karhutla di Riau. Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Joni Supriyanto bersama jajaran pejabat teras Mabes TNI dan komando kewilayahan di Riau sudah turun ke beberapa daerah. Mulai Pekanbaru, Taman Nasional Tesso Nilo, Desa Penarikan, serta Desa Begadu di Pelalawan.(jpg/mng/amn/gus/end)

Editor: Arif Oktafian

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Program CKG Belum Diminati, Baru Setengah Juta Warga Riau Periksa Kesehatan Gratis

Program Cek Kesehatan Gratis di Riau masih minim peminat. Hingga akhir Mei 2026, baru 8,54…

24 menit ago

Awas! Buaya “Beni” Kembali Muncul di Arena Pacu Jalur Tepian Lubuak Sobae Baserah

Kemunculan buaya "Beni" di arena Pacu Jalur Tepian Lubuak Sobae Baserah membuat warga diminta waspada…

35 menit ago

Rumah Bulat dan Dua Kontrakan di Marpoyan Damai Ludes Terbakar, Motor Ikut Hangus

Kebakaran di Marpoyan Damai Pekanbaru menghanguskan rumah bulat, dua kontrakan, dan sepeda motor. Delapan unit…

21 jam ago

Mangrove Desa Bokor Mendunia, 13 Spesies Jadi Magnet Wisatawan

Desa Bokor di Kepulauan Meranti berhasil menjaga 13 spesies mangrove dan mengembangkan ekowisata berkelanjutan berbasis…

21 jam ago

Razia Gabungan di Sudirman, 117 Kendaraan Langsung Ditindak

Sebanyak 117 kendaraan ditindak dalam razia gabungan di Jalan Sudirman Pekanbaru, termasuk truk ODOL dan…

3 hari ago

UHTP Sembelih 4 Sapi Kurban, Daging Dibagikan untuk Warga dan Karyawan

Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyembelih empat sapi kurban pada Iduladha 1447 H dan membagikannya kepada…

3 hari ago