Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Muzakir Manaf.
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Eks Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Muzakir Manaf meluruskan pernyataannya belum lama ini yang menyebut bakal meminta referendum bagi rakyat Aceh. Ia menjelaskan, ancaman referendum yang dia sampaikan pada peringatan haul meninggalnya Teungku Hasan Muhammad Ditiro hanya spontanitas belaka.
’’Pernyataan saya tentang referendum tidak mewakili rakyat Aceh. Saya lakukan hal tersebut secara spontan. Kebetulan pada peringatan haul meninggalnya Teuku Hasan Ditiro,’’ kata dia dalam video berdurasi 1 menit 16 detik yang diterima redaksi, Rabu (12/6/2019).
Pada awal video Muzakir yang memakai kemeja merah itu memperkenalkan diri sebagai Ketua Partai Aceh (PA) dan Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA). Selain itu, dalam video itu, Mualem sapaan karib Muzakir menyatakan bahwa saat ini rakyat Aceh sudah hidup dalam damai dan pro terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
’’Saya menyadari rakyat Aceh saat ini cinta damai dan pro NKRI,’’ katanya.
Oknum anggota DPRD Pelalawan jalani pemeriksaan usai ditetapkan tersangka kasus dugaan penggunaan ijazah milik orang…
Dua warga Alam Panjang, Kampar, diamankan usai kepergok mencuri 54 tandan sawit. Pelaku diserahkan warga…
DPUPR Meranti menyusun prioritas peningkatan dan rekonstruksi jalan 2026 pascapergeseran anggaran, sejumlah ruas terpaksa ditunda.
Dishub Kuansing kembali memasang portal jalan di Teluk Kuantan untuk membatasi kendaraan bermuatan berat dan…
PTPN IV PalmCo konsisten mendampingi pemulihan Aceh Tamiang sejak banjir bandang 2025, fokus pada anak,…
Batiqa Hotel Pekanbaru menghadirkan Patin Lancang Kuning lewat program Jelajah Rasa Nusantara, kolaborasi dengan nelayan…