harga-minyak-goreng-curah-rp18-ribu-kg
DUMAI (RIAUPOS.CO) – Harga komoditi bahan pokok di Kota Dumai kembali berangsur normal setelah sempat mengalami kenaikan harga pada perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Meski sejumlah besar komoditi sembako normal, namun beberapa di antaranya masih ada yang dijual dengan harga cukup tinggi dibandingkan sebelum perayaan Nataru.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Dumai Hermanto SSos MSi mengatakan, di awal Januari harga beras, sayur, ikan, ayam dan keperluan pokok lainnya sudah kembali stabil.
"Pada perayaan Natal dan Tahun Baru kemarin memang kenaikan harga terjadi, namun tidak terlalu signifikan. Sekarang harga sembako sudah stabil lagi," ujar Hermanto, Selasa (11/1).
Berdasarkan Informasi dari Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Kota Dumai tercatat, harga cabai rawit merah telah mengalami penurunan dari harga Rp75.000 per kg, kini turun dikisaran angka Rp70.000 hingga Rp65.000 per kilogram.
"Harga komoditas lain, seperti gula, beras, telur ayam, tepung terigu, dan kedelai terpantau stabil. Tidak ada yang terlalu signifikan. Semua masih normal harganya," imbuhnya.
Lanjutnya, kenaikan hanya terjadi pada komoditas tertentu yaitu bawang putih dan ikan tuna. "Beberapa ada yang naik, seperti bawang putih tadinya Rp26.000 per kilogram, hari ini menjadi Rp28.000 per kilogram. Lalu ikan tuna tadinya Rp30.000 per kilogram saat ini menjadi Rp32.000 per kilogram, hanya itu saja. Beberapa komoditas malah harganya turun," jelas Hermanto.
Hermanto menambahkan, lain halnya dengan komoditas minyak goreng curah dan minyak goreng kemasan yang saat ini harganya masih tinggi di pasaran.
Berdasarkan data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), hingga Jumat (7/1) harga minyak goreng curah di angka Rp18.600 per kilogram, sedangkan minyak goreng kemasan berada di angka Rp20.300- Rp20.800 per kilogram.
Menyikapi tingginya harga minyak goreng ini, Pemko Dumai melalui Dinas Perdagangan terus melakukan operasi pasar murah, khususnya untuk komoditas minyak goreng.
"Operasi pasar murah ini merupakan bentuk sinergi antara Pemko Dumai bersama instansi terkait dan beberapa produsen minyak goreng yang ada di Kota Dumai. Hal ini dilaksanakan sebagai upaya menjaga stabilitas harga minyak goreng dan sebagai wujud nyata upaya pemerintah dalam mendukung penyediaan pangan," tegasnya.(mx12/rpg)
PN Bengkalis menolak gugatan praperadilan kasus karhutla dan menguatkan keabsahan proses penyidikan Polres Bengkalis.
Pegawai PNM Ukui, Ardi Yahya, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Indragiri, Inhu
Empat tim juara Regional Riau memastikan tiket ke Piala Dunia Anak Indonesia 2026 tingkat nasional…
Pemkab Kepulauan Meranti membantah menerima Dana Reboisasi Rp23,15 miliar dan menegaskan hal itu tidak sesuai…
Dinas PUPR Kampar memperbaiki lebih dari 10 titik jalan di Bangkinang dan Bangkinang Kota demi…
Pemkab Siak membagikan 49.360 seragam sekolah gratis bagi siswa baru SD dan SMP di 294…