parade-militer-korea-utara-pakai-baju-hazmat
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Korea Utara (Korut) menggelar parade militer untuk memperingati 73 tahun berdirinya negara tersebut. Tapi, parade kali ini berbeda dari biasanya. Tidak ada misil-misil balistik atau senjata canggih yang biasanya ditunjukkan untuk memprovokasi Korea Selatan (Korsel) dan sekutunya Amerika. Mereka justru memamerkan sektor-sektor lain yang tidak pernah muncul dalam parade sebelumnya.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah kontingen yang memakai baju hazmat oranye dilengkapi masker gas. Itu seakan menjadi sinyal Korut kepada dunia bahwa mereka memiliki unit khusus yang menangani pandemi Covid-19. Sejak virus SARS-CoV-2 merebak, mereka menutup penuh perbatasannya. Hal itu berdampak luar biasa pada kesejahteraan penduduk.
Pyongyang mungkin berhasil mencegah virus tersebut menyebar luas. Sebab, dalam parade yang digelar mulai Rabu (8/9) menjelang tengah malam hingga Kamis (9/9) dini hari itu tidak ada satu pun peserta maupun penonton yang memakai masker. Tak ada pula jaga jarak. Itu adalah kali ketiga parade di Korut dilakukan pada malam. Ketika hari berganti, pertunjukan kembang api menjadi pemanis.
Selain unit kesehatan berbaju hazmat, ada pula kontingen pemadam kebakaran, kementerian perkeretaapian, Air Koryo dan Hungnam Fertilizer Complex. Parade kali ini jauh berbeda dengan Januari lalu menjelang pelantikan Joe Biden sebagai presiden AS.
Saat itu Korut menunjukkan misil balistik yang diluncurkan dari kapal selam. Itu merupakan salah satu senjata terkuat. Negara dengan kemampuan tersebut bisa dihitung jari.
Memang ada beberapa senjata yang dipamerkan kemarin, tapi tidak semasif sebelumnya dan tidak ada yang baru. Senjata terbesar yang terlihat adalah artileri ukuran kecil yang ditarik traktor militer.
Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong-un tampak di podium dengan senyum lebar. Dia menjadi sorotan karena belakangan tubuhnya jauh lebih kurus. Beberapa spekulasi bermunculan. Salah satunya bahwa Jong-un sengaja menjaga kesehatan selama pandemi.
Selama 12 bulan terakhir, Korut menggelar tiga parade. Yaitu, Oktober 2020 ketika Partai Buruh berusia 75 tahun, Januari untuk memperingati kongres lima tahunan Partai Buruh, serta kemarin.
Peneliti Senior di Korea Institute for National Unification Seoul Hong Min mengungkapkan bahwa Korut tidak melakukan uji coba misil balistik sejak 2017 untuk menghindari lebih banyak sanksi. "Parade seperti kemarin adalah yang petama dan ditujukan untuk kepentingan domestik," ujar Hong Min seperti dikutip Agence France-Presse.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi
Bupati Rohul melepas 56 JCH Korpri menuju Tanah Suci. Jemaah diingatkan menjaga kesehatan, sikap, dan…
Polres Siak menangkap dua pelaku penyalahgunaan biosolar subsidi dengan modus mobil tangki modifikasi dan barcode…
Sebanyak 422 calon siswa berebut 252 kursi di SKO Riau. Seleksi ketat digelar untuk menjaring…
Sebanyak 48,39 ton komoditas pangan ilegal dimusnahkan di Inhil. Barang tanpa dokumen ini dinilai berbahaya…
Pemko Pekanbaru prioritaskan penertiban PKL di Jalan HR Soebrantas dengan pendekatan humanis demi menjaga ketertiban…
Honda PCX Ngasab di Pekanbaru hadirkan pengalaman touring seru sambil memperkenalkan fitur canggih Roadsync kepada…