Categories: Nasional

Kapal Malaysia Ditangkap Curi Ikan di Perairan Karimun

KARIMUN (RIAUPOS.CO) — Aksi penangkapan ikan secara ilegal oleh kapal asing di perairan Indonesia masih marak terjadi. Tim gabungan operasi yang terdiri dari Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut Tanjungbalai Karimum (SPKKL TBK) Bakamla dan F1QR Lanal Karimun menahan satu unit kapal ikan Malaysia.

Kapal Malaysia dengan nama lambung JHFA 99 A itu diduga tengah melakukan penangkapan ikan secara ilegal di Perairan Barat Daya Takong Iyu Karimun, Kepulauan Riau, Jumat (10/9).

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol Bakamla Kolonel Bakamla Wisnu Pramandita menjelaskan, berdaras hasil pemeriksaan awal, kapal Malaysia dengan nama lambung JHFA 99 A itu diawaki empat anak buah kapal (ABK). Perinciannya, tiga warga Malaysia dan satu WNI.

Menurut Wisnu, saat diinterogasi, nakhoda mengaku sedang mengalami rusak mesin pada kapal sehingga tidak sengaja masuk perairan Indonesia. "Namun, setelah dicoba anggota tim gabungan, ternyata mesin dapat dihidupkan," katanya dalam keterangan tertulis Bakamla, Sabtu (11/9).

Menurut Wisnu, di dalam kapal, aparat menemukan muatan ikan campur dan alat tangkap ikan pukat harimau. Kapal beserta ABK kemudian dikawal menuju dermaga Lanal TBK guna pemeriksaan lebih lanjut.

Wisnu menjelaskan penangkapan kapal Malaysia itu bermula saat personel SPKKL TBK memantau perairan sekitar Karimun. Pada Automatic Identification System (AIS) Dashboard Security, terdeteksi kapal ikan asing yang dicurigai melakukan aktivitas penangkapan ikan di perairan Indonesia.

Kepala SPKKL TBK Letkol Bakamla Slamet Handi Rahadiyono langsung berkoordinasi dengan Posal Takong Iyu Lanal TBK untuk melaksanakan operasi pengejaran dan penangkapan.

Operasi penangkapan menggunakan unsur Patkamla V8 milik Posal Takong Iyu. Pada pukul 10.45 WIB, tim operasi gabungan melakukan penyisiran dari perairan Takong Iyu ke arah utara. Saat melaksanakan penyisiran, pukul 12.30 WIB tim gabungan mendeteksi adanya aktivitas KIA pada jarak sekitar 3 Mil pada koordinat 1°13'.600" N – 103°.20'00" E. Kemudian, tim gabungan melaksanakan penyekatan pada koordinat 1°16'.700" N – 103°.18'700" E.

Patkamla V8 mendekati kapal target dengan menambah kecepatan. Tim gabungan melaksanakan penghentian tanpa adanya perlawanan, dan langsung melaksanakan pemeriksaan.

Sumber: Jpnn.com
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Sidak Bapanas di Pekanbaru Temukan Minyakita Dijual Jauh di Atas HET

Bapanas menemukan Minyakita dijual hingga Rp20 ribu per liter di Pekanbaru, jauh di atas HET…

8 jam ago

Atasi Banjir Pekanbaru, Dewan Minta Pemko Fokus ke Saluran Pembuangan

DPRD Pekanbaru menilai persoalan drainase menjadi penyebab utama banjir, sementara pemko mengklaim normalisasi terus berjalan.

8 jam ago

Didukung Tokoh Riau, Prof Firdaus Resmi Daftar Bakal Calon Rektor Unri

Prof Firdaus resmi mendaftar calon Rektor Unri 2026–2030 dengan dukungan tokoh adat, ulama dan masyarakat…

9 jam ago

TKA Susulan Digelar 11-14 Mei, Ratusan Siswa Rohil Belum Selesai Ujian

Sebanyak 882 siswa SD di Rohil mengikuti TKA susulan akibat gangguan internet, listrik padam, hingga…

9 jam ago

Sapi Kurban Presiden untuk Bengkalis Dibanderol Rp96 Juta

Sapi kurban bantuan Presiden RI untuk Bengkalis dibanderol Rp96 juta, sementara pengawasan hewan kurban di…

10 jam ago

Razia PETI di Kuansing, 10 Rakit Penambang Emas Ilegal Dibakar Polisi

Polres Kuansing kembali menertibkan aktivitas PETI dengan memusnahkan 10 rakit penambang emas ilegal di Kuantan…

10 jam ago