22 Ribu Lebih Sapi untuk Dikurbankan
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Dinas Peternakan Provinsi Riau, pada tahun ini memprediksi jumlah sapi yang akan dikurbankan di Riau mencapai 22.422 ekor. Jumlah tersebut diprediksi akan naik dibandingkan sapi yang dikurbankan pada tahun 2018 yakni sejumlah 21.354 ekor.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Peternakan Riau, Elly Suryani mengatakan, kenaikan jumlah sapi yang dikurbankan tahun ini diprediksi tidak akan naik begitu signifikan. Salah satu faktor yang mempengaruhinya yakni kondisi perekonomian yang juga sedang melemah.
“Tren peningkatan sapi yang dikurbankan diperkirakan hanya akan naik dua sampai lima persen saja. Tidak begitu signifikan, karena kemungkinan kondisi ekonomi sedang lesu,†katanya.
Sedangkan untuk jenis hewan kurban seperti kerbau, tahun ini diprediksi akan dikurbankan sebanyak 3.644 ekor. Untuk kambing, diprediksi mencapai 7.200 ekor. Dua jenis hewan kurban ini tahun ini juga diprediksi kenaikkannya juga tidak terlalu signifikan dari tahun lalu.
“Ketersediaan di Provinsi Riau untuk hewan kurban mencapai 90 persen. Sisanya biasanya baru didatangkan dari luar provinsi seperti Sumatera Barat, Bengkulu, hingga Lampung,†sebutnya.
Pada musim kurban tahun ini, pihak Dinas Peternakan Provinsi Riau bersama Dinas Peternakan kabupaten/kota juga akan menurunkan tim untuk mengecek kondisi kesehatan hewan kurban. Baik sebelum dipotong dan juga setelah dipotong.
“Namun pengawasan dan pemeriksaan secara intensif terhadap hewan kurban ini baru dilakukan dua pekan sebelum hari pemotongan. Dalam hal pemeriksaan kesehatan hewan kurban ini, kami juga bekerja sama dengan perhimpunan dokter hewan yang ada di Riau,†ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Elly juga berpesan kepada masyarakat yang ingin membeli hewan kurban untuk dapat memperhatikan kesehatan hewan. Karena, meskipun pengawasan ketat sudah dilakukan pihaknya, terkadang masih ada juga hewan yang lolos dari pemeriksaan dan ditemukan berpenyakit.
“Tahun lalu pernah kami jumpai ada hewan kurban yang ditemukan cacing pita di hatinya. Jadi setelah hewan dipotong juga tetap harus diperhatikan, tujuannya juga untuk keamanan dan kesehatan kita bersama,†ajaknya. (sol)
Pemko Pekanbaru mewajibkan seluruh provider internet ikut menata kabel fiber optic ilegal. Penertiban dilakukan bertahap…
Seorang penyelam di Inhil diduga tenggelam setelah kompresor udara mati saat evakuasi kapal. Tim gabungan…
Restorasi mangrove Teluk Pambang di Bengkalis selama lima tahun membuahkan hasil. Kawasan kini pulih, menarik…
Pemko Pekanbaru menyiapkan pembinaan, penyuluhan, dan penindakan untuk mencegah LGBT dengan melibatkan Satpol PP, mubalig,…
Pemprov Riau mempercepat perbaikan jalan provinsi di Rokan Hulu. Sejumlah ruas telah kembali fungsional, sementara…
Polres Siak menetapkan Kadishub Junaidi sebagai tersangka OTT terkait program kapal gratis. Penyidik masih mendalami…