Categories: Nasional

Memasukan Bola ke Dalam Payung Setinggi 15 Meter

Pemenang akan ditentukan oleh seberapa banyak pemain yang memasukan bola ke payung setinggi 15 meter. Dalam permainan ini, ada beberapa pemain yang diberi nama.

Laporan Mardias Can, Telukkuantan

PEMAIN segera melempar bola rago tinggi kepada seorang pemain, penyepak pertama kali disebut sumandan. Pemain penerima bola rago akan mengambil bola dengan kaki kanannya dan gerakannya menyerupai gerakan silat.

Usai bola disepak sumandan, dilanjutkan lagi pemain kedua, pemain penerima bola berikutnya disebut dengan tunangan. Posisi antara pemain saling berhadapan para tunangan akan berusaha memasukkan bola ke payung yang tingginya bisa mencapai 10-15 meter dari permukaan tanah.

Selain itu tunangan juga harus selalu berusaha memainkan bola supaya bola selalu berada di udara dan sedapat mungkin jangan sampai jatuh.

Pemain sepak rago tinggi terdiri 7 hingga 11 orang. Di dalam permainan ini, tunangan menjemput bola ke dalam wilayah lingkaran, ketika bola rago masih di atas udara apabila bola rago menuju tunangan maka tunangan yang mendapat bola akan berteriak dengan menyebut "tabiak", "opp" atau "hauu", beserta diikuti dengan isyarat tangan kanan menunjuk ke atas sejajar dengan bola rago tinggi tersebut.

Pada saat permainan rago tinggi untuk arah jatuh bola rago harus sebelah kanan penyambut bola rago, apabila pemain jatuh atau lelah, maka pemain akan diistirahatkan, kemudian dijemput oleh dara atau anak gadis ke dalam gelanggang permainan, pemain yang jatuh diajak duduk sambil makan sirih atau dikasih sebatang rokok yang telah disediakan oleh dara atau anak gadis yang paling cantik di kenegerian Kopah.

Di dalam permainan ini, harus diiringi rarak godang (sejenis musik tradisional asli Kopah dan ditambah dengan nada ogung godang, dengan pukulan sesekali. Sedangkan pakaian, menggunakan pakaian Melayu lengkap.

Acara ini dilaksanakan di depan balai adat atau rumah godang yang ada di kenegerian Kopah saat panen padi atau hari raya Idulfitri.

Satu merupakan keharusan yakni setiap dilangsung permainan rago tinggi, panitia wajib mengundang penghulu, ninik-mamak, cerdik pandai serta para menti atau dubalang dari empat suku yang ada dikenegerian Kopah (Melayu, Patopang, Chaniago, Paliang).***

Edwir Sulaiman

Share
Published by
Edwir Sulaiman

Recent Posts

Ketua DPRD Kuansing Diperiksa KPK Selama 12 Jam, Kuasa Hukum Beberkan Materi Pemeriksaan

Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…

9 jam ago

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Uraikan Dugaan Aliran Uang Rp2,4 Miliar

Jaksa KPK menuntut Abdul Wahid 8 tahun 6 bulan penjara dan mengungkap lima dasar tuntutan…

9 jam ago

Bupati Meranti Ingatkan Pilkades 2026 Jangan Sampai Picu Perpecahan

Bupati Kepulauan Meranti mengajak masyarakat menjaga persatuan saat Pilkades 2026 dan menyiapkan hadiah umrah bagi…

9 jam ago

Nelayan Korban Serangan Buaya di Rokan Hilir Meninggal Setelah Dirawat Intensif

Nelayan korban serangan buaya di Sungai Rokan meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif. Korban…

9 jam ago

Tiga PKS di Rohul Masih Beli TBS Sawit di Bawah Harga Provinsi, Petani Diminta Lebih Selektif

Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…

1 hari ago

Pelabuhan Penumpang Dumai Resmi Jadi Kawasan Non Tunai, Pembayaran ke Malaysia Kini Bisa Pakai QRIS

Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…

1 hari ago