exco-kesehatan-dan-anti-dadah-negeri-melaka-jalin-silaturahmi-dengan-rs-prima
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Exco Kesehatan dan Anti Dadah Negeri Melaka Dr Muhamad Akmal Saleh menjalin silaturahmi dan mengunjungi Rumah Sakit (RS) Prima, Jalan Tuanku Tambusai Ujung, Pekanbaru, Jumat, (10/6).
Dalam kunjungannya Akmal mengatakan, tujuan kedatangannya adalah untuk menjalin silaturahmi sekaligus mempromosikan kesehatan dan pelancongan kesehatan di Melaka.
Ia menuturkan, ke depan akan dilakukan penandatanganan kerja sama (MoU) antara Putra Specialist Hospital dan Negeri Melaka, dengan Rumah Sakit Prima Pekanbaru.
"Tujuan kita ke sini mempromosikan kesehatan dan pelancongan kesehatan, kerja sama di antara Prima Hospital dan Putra Specialist Hospital di Melaka," katanya, Jumat (10/6/2022).
Selain itu, ia juga menyampaikan teknologi saat ini berkembang dengan pesat, tak terkecuali teknologi di bidang kesehatan, oleh karena itu, juga diperlukan pertukaran teknologi antara kedua belah pihak guna meningkatkan mutu kesehatan.
Sementara itu, Direktur RS Prima dr Irana Oktavia MKes mengucapkan terima kasih dan menyambut baik atas kedatangan Exco Kesehatan dan Anti Dadah Negeri Melaka dan rombongan dari Putra Specialist Hospital.
"Terimakasih untuk kedatangannya, semoga ini dapat memperkuat kerja sama," tuturnya.
Selaim itu, Manager Marketing & Humas RS Prima Adi Darma menambahkan, dengan kerja sama ini ke depan masyarakat Riau, akan dimudahkan pelayanan kesehatannya terutama terkait bidang kesehatan yang tidak bisa dilayani di Pekanbaru. "Nantinya kerja sama dalam bidang kesehatan yang tidak bisa dilayani di Pekanbaru bisa ke Negeri Melaka," pungkasnya.
Laporan: Mujawarah Annafi (Pekanbaru)
Editor: Rinaldi
Wako Pekanbaru Agung Nugroho meluncurkan logo HUT ke-242 Kota Pekanbaru dan melepas uji coba bus…
Bupati Siak Afni Z mengukuhkan 368 petugas Sensus Ekonomi 2026 dan menegaskan pentingnya integritas serta…
Karhutla kembali terjadi di Pulau Rupat, Bengkalis. Petugas gabungan dan dua helikopter water bombing terus…
Saksi mahkota Dani Nursalam mengaku melaporkan penerimaan dana Rp1 miliar dari Arief Setiawan kepada Abdul…
Korban dugaan penyerangan terhadap pekerja PT SBP bertambah menjadi tiga orang yang dirujuk ke Pekanbaru,…
Kejagung menetapkan tiga mantan pimpinan BGN sebagai tersangka dugaan korupsi Program MBG dan langsung melakukan…