Menteri Siti Menyebut Masih Terjadi Spekulasi Gakum Karhutla
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar mengaku penegakan hukum masih terjadi perdebatan dan spekulasi dilapangan. Ini karena membuka lahan dengan cara membakar. Menteri Siti mengaku, membuka lahan dengan cara membakar lebih murah dibandingkan stacking .
“Membakar lahan bandingannya antara Rp800 ribu dengan Rp8 juta sampai Rp10 juta makanya main bakar aja untuk clearing,†jelas Siti.
“Oleh sebab itu kita akhirnya meminta kepada swasta yang pemegang konsesi ikutan aturan dan jangan komplain kepada aturan tentang pengendalian aturan,†katanya.
Dia menjelaskan, tahun 2015 sekitar 300 perusahaan yang lahannya jelas ada diarea terbakar itu dan itu mendapat pengawasan ketat dari KLHK. Bahkan hingga saat ini sekitar 115 perusahaan konsesi masih diawasi secara ketat.
Program sunat massal dan pemeriksaan kesehatan gratis di Rohul mendapat apresiasi warga karena membantu meringankan…
Afrika Selatan mencetak sejarah dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dan…
BRK Syariah mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan mengajak masyarakat berpartisipasi demi terwujudnya data ekonomi…
Mahasiswa Umri menjadi korban pemukulan saat aksi di DPRD Riau. IMM Pekanbaru mendesak aparat mengusut…
Longsor menutup jalur Padang–Bukittinggi di Lembah Anai. Akses dua arah ditutup total sementara demi keselamatan…
Pendaftaran SPMB SMP negeri Pekanbaru hampir berakhir. Jalur domisili mencapai 98 persen, sementara kuota sekolah…