Categories: Nasional

MAKI Laporkan Pertukaran Uang Nurhadi

(RIAUPOS.CO) – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) terus mendesak agar KPK segera menangkap mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi. Mereka baru saja menyampaikan informasi terkait tempat penukaran uang tersangka kasus suap dan gratifikasi itu kepada lembaga antirasuah itu.

Informasi dari MAKI, ada dua tempat penukaran uang atau money changer yang biasa digunakan Nurhadi menukarkan uang asing miliknya. Dua money changer ini diharapkan bisa menjadi petunjuk tambahan untuk menelusuri keberadaan Nurhadi dan dua tersangka lainnya.

“Biasanya tiap minggu dia menukarkan uang dua kali, sekitar Rp1 miliar untuk kebutuhan sehari-hari,” jelas Koordinator MAKI Boyamin Saiman kemarin. Dia menambahkan, pada akhir pekan, jumlahnya akan meningkat menjadi Rp1,5 miliar. Tambahan itu untuk memenuhi gaji buruh bangunan dan para pengawal.

Boyamin menyebutkan, lokasinya ada di Cikini dan Mampang. Bukan Nurhadi yang kerap melakukan penukaran secara langsung, melainkan dilakukan oleh salah satu karyawan kepercayaan atau menantunya sendiri, Rezky Herbiyono. Rezky sendiri juga merupakan tersangka yang buron.

Boyamin menegaskan dia sudah melaporkan detail money changer tersebut kepada KPK sejak Rabu (6/5). Sebelumnya, dia juga menyampaikan informasi soal rumah, villa, apartemen, hingga beberapa usaha yang ditengarai atas nama Nurhadi atau keluarganya.

“Dengan diketahui harta benda serta cara penukaran uang, mestinya KPK mampu mempersempit pergerakan Nurhadi dan menantunya,” jelas Boyamin. Selain Nurhadi dan Rezky, satu lagi tersangka adalah Hiendra Soenjoto sebagai pemberi suap.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menanggapi bahwa setiap informasi dari MAKI pasti akan ditindaklanjuti. KPK sempat memantau lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian Nurhadi sejak Februari, namun belum berhasil melakukan penangkapan hingga kini.

Selain menelusuri temuan-temuan masyarakat tersebut, KPK juga berlomba dengan waktu untuk penyelesaian berkas. “Saat ini penyidik fokus pada pengumpulan bukti-bukti perihal penggunaan uang yang diduga diterima oleh tersangka NH dan RH yang berasal dari HS,” jelas Ali kemarin.(deb/jpg)

Laporan JPG, Jakarta

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

23 jam ago

Opening Party Honda DBL 2026 Riau Bergulir Hari Ini di Gelanggang Remaja Pekanbaru

Kompetisi basket pelajar bergengsi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau resmi bergulir mulai…

23 jam ago

Sidang Korupsi Kuansing: Sopir Zulkarnain dan Istri Suhardiman Amby Bersaksi

Persidangan kasus suap mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap alur pembayaran angsuran Pajero Sport dan penguasaan…

1 hari ago

Kabut Asap Makin Tebal, Disdikbud Pelalawan Liburkan Tatap Muka di 8 Kecamatan

Disdikbud Kabupaten Pelalawan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di 8 kecamatan akibat memburuknya kualitas udara…

1 hari ago

Tabrakan Beruntun 10 Mobil di Lampung Akibat Asap Tebal, 2 Orang Meninggal

Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera, Tulang Bawang, Lampung…

1 hari ago

Persidangan Korupsi Kuansing Ungkap Mantan Kabag Umum Punya Rekening Rp2,9 Miliar

Persidangan perkara korupsi mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap transaksi bernilai total Rp2,9 miliar di dua…

2 hari ago