Categories: Nasional

Pemerintahan Berbasis Elektronik Dibahas Intens

DUMAI (RIAUPOS.CO) – Menjaring saran dan masukan dalam menentukan arah pembangunan Provinsi Riau ke depannya, Pemerintah Provinsi Riau menggelar Laporan Sosialisasi Focus Group Discussion (FGD) Grand Design Riau Digital (GDRD) di Kota Dumai awal pekan kemarin.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Riau tersebut dilakukan dengan tujuan untuk untuk menjadi masterplan rujukan pengembangan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang ada di Provinsi Riau.

Sekdako Dumai, H Indra Gunawan SIP MSi dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan ini dan ke depannya akan ditindak lanjuti sehingga dapat mengimplementasikannya untuk Kota Dumai. "Kiranya OPD yang hadir dapat memberikan masukan dan saran, karena ini sudah memasuki tahap akhir. Kami berterima kasih kepada Yayasan Politeknik Chevron Riau, karena kegiatan ini dapat memberikan penyempurnaan kepada program yang telah direncanakan untuk pemerintahan berbasis elektronik," ucapnya.

Pada sesi tanya jawab Kepala Dinas Kominfotik Dumai, H Khairil Adli dalam laporannya menyampaikan bahwa masih banyaknya data yang belum terintegrasi serta data yang diberikan oleh Dinas yang ada masih belum lengkap.

"Kami lihat masih banyaknya data yang belum terintegrasi sehingga sistem yang akan direncanakan mendapatkan kendala mengenai hal itu, tapi kami sudah merencanakan masterplan ini pada tahun 2022, SPBE ini juga dibutuhkan bandwitch yang besar, terkait blank spot atau tidak adanya ketersediaan jaringan internet, kami Kominfo Dumai juga membutuhkan bantuan dukungan dari Kominfotik Provinsi Riau dan itu masih menjadi PR kita bersama untuk memberikan informasi yang lebih baik kepada masyarakat," sebutnya.

Berdasarkan materi yang disampaikan oleh narasumber, Rusiana MKom dari Tim Teknis Yayasan Politeknik Chevron Riau menyebutkan, bahwa untuk menjalankan sistem pemerintahan berbasis elektronik dibutuhkan sumber daya manusia yang mendukung serta dibutuhkan infrastruktur jaringan yang memadai.

"Infrastruktur jaringan yang memadai dibutuhkan juga sumber daya manusia yang memadai juga. Isu konektifitas juga merupakan hal penting, di mana daerah yang belum terjangkau layanan jaringan internet dapat ditingkatkan melalui program yang telah direncanakan," jelasnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut yaitu, Kabid Aplikasi Informatika Diskominfotik Provinsi Riau, Kabid Infrastruktur Aplikasi Diskominfotik Provinsi Riau, Kepala Dinas Kominfo Dumai, Perwakilan Kepala OPD, dan Tim Yayasan Politeknik Chevron Riau.(mx12/rpg)

Laporan RPG, Dumai

 

 

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

DED Rampung, Pembebasan Lahan Flyover Garuda Sakti Dimulai 2026

Pemprov Riau menyiapkan anggaran pembebasan lahan flyover Simpang Garuda Sakti. Ground breaking proyek direncanakan awal…

19 jam ago

Jadi Sponsor Fun Bike 2026, Pacific Optimistis Pariwisata Pekanbaru Bergeliat

Pacific menjadi sponsor Riau Pos Fun Bike 2026 di Pekanbaru, dorong pariwisata, gaya hidup sehat,…

19 jam ago

Istri Histeris Temukan Suami Tewas Tergantung di Rumah

Warga Balik Alam Mandau digegerkan penemuan pria 43 tahun yang ditemukan meninggal dunia tergantung di…

20 jam ago

Rusak Bertahun-tahun, Jalan Pematang Reba–Pekan Heran Akhirnya Masuk Anggaran

Pemkab Inhu menganggarkan Rp3 miliar pada 2026 untuk memperbaiki Jalan Pematang Reba–Pekan Heran yang rusak…

20 jam ago

Manajemen Talenta Diperkuat, Bupati Rohul Dorong Birokrasi Profesional

Pemkab Rohul memperkuat sistem merit dengan menerapkan manajemen talenta ASN dan meraih penghargaan BKN atas…

21 jam ago

Bolos Saat Jam Sekolah, Empat Pelajar SMA Terjaring Patroli Satpol PP Kampar

Empat pelajar SMA di Bangkinang terjaring patroli Satpol PP saat bolos sekolah. Petugas menegaskan tindakan…

21 jam ago