Mengaku Bertemu Dewa, Bapak Mau Bunuh 2 Anaknya
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Seorang warga Jakarta Utara bernama Thiortje Susanti harus berurusan dengan aparat kepolisian. Pasalnya, bapak yang baru menginjak usia paruh baya itu berusaha membunuh kedua anak kandungnya, PA (4) dan BI (3).
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi mengatakan, pihaknya sudah menangkap Thiortje. Di hadapan polisi, pelaku mengaku baru bertemu dewa yang menyebut kedua anaknya dirasuki roh jahat.
"Pelaku mencoba membunuh korban dengan cara menempelkan pisau ke dada dan kepala anaknya dengan alasan akan mengusir roh jahat,” ujar Budhi, Senin (9/12).
Peristiwa itu terjadi pada Minggu (8/12) di Cilincing, Jakarta Utara. Budhi menjelaskan, Tiortje mengaku bisa memindahkan roh jahat itu dengan cara membunuh kedua anaknya.
“Dugaan kami pelaku telah berhalusinasi,” tambah kapolres.
Namun, kedua anak Tiortje berteriak sehingga mengundang perhatian tetangganya. Warga lantas menggagalkan upaya pembunuhan itu.
“Setelah anggota Polsek Cilincing datang ke lokasi. Tersangka dan barang bukti langsung diamankan petugas,” papar Budhi.
Adapun kedua bocah yang nyaris menjadi korban pembunuhan sudah berada di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi DKI. ”Kedua anaknya diantar ke P2TP2A Provinsi DKI Jakarta untuk menjalani pemeriksaan psikologi,” tandas dia.(cuy/jpnn)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal
Bareskrim Polri bersama Bea Cukai Bengkalis menggagalkan penyelundupan 28,3 kg sabu jaringan internasional dan menangkap…
Ditreskrimsus Polda Riau menetapkan anggota DPRD Kampar berinisial F (Fahmil) sebagai tersangka kasus dugaan penguasaan…
Seorang pemuda asal Dairi berusia 21 tahun ditemukan meninggal tergantung di Ruko Apotek Rama Farma,…
DPRD Provinsi Riau mengusulkan pembentukan Satgas Solar terpadu untuk memberantas dugaan mafia, penyelewengan, dan antrean…
Satpol PP Kuansing menggelar razia warung remang-remang di Desa Marsawa. Enam LC diamankan, satu di…
Plt Kadis Perkim Pekanbaru Martin Manoluk memberikan kesaksian di PN Pekanbaru terkait dugaan pemerasan dan…