Categories: Nasional

Wakil Ketua MPR Minta Fokus pada Pencegahan Korupsi

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani mengapresiasi upaya pemerintah memberantas korupsi. Bahkan, ia menilai KPK telah menyatakan telah menyelamatkan potensi kerugian negara kurang lebih Rp60 triliun merupakan prestasi yang bagus.

"Saya kira prestasi yang bagus, tetapi yang paling penting juga adalah bagaimana kesadaran antikorupsi ini bisa menjadi wabah bagi setiap masyarakat," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (9/12).

Sekretaris jenderal (sekjen) Partai Gerindra itu mengatakan hal ini penting supaya jangan ada lembaga yang bekerja sendirian dan tidak dapat dukungan dari pihak-pihak lain.

"Itu namanya bertepuk sebelah tangan. Pemberantasan korupsi ini harus dilakukan secara bersama-sama dan beramai-ramai dengan sudut pandang dan komitmen yang sama," ungkapnya.

Selain itu, kata Muzani, orientasi pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) harus diubah. Menurut dia, kepala daerah selama ini selalu mengejar opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK. Padahal, ujar Muzani, WTP itu dalam praktiknya tidak ada hubungannya dengan korupsi. Sebab, kata dia, WTP itu adalah penyesuaian jabatan antara administrasi yang dimiliki.

"Itu menurut saya orientasi pemeriksaan BPK harus diubah bukan sekadar catatan dan administrasi tetapi catatan juga pencegahan korupsi," paparnya.

Muzani setuju di momen peringatan Hari Anti Korupsi se-Dunia, untuk mengutamakan pencegahan. "Pencegahan adalah sesuatu yang kita tindak untuk sampai, tidak terjadi kerugian-kerugian negara," katanya.

Nah, kata Muzani, upaya KPK mencegah potensi korupsi sampai Rp 60 triliun merupakan prestasi yang membanggakan. Dia berharap, KPK tetap memiliki semangat untuk mengambil peran yang startegis dalam pembangunan tindakan antikorupsi.

Muzani setuju di momen peringatan Hari Anti Korupsi se-Dunia, untuk mengutamakan pencegahan. "Pencegahan adalah sesuatu yang kita tindak untuk sampai, tidak terjadi kerugian-kerugian negara," katanya.

Nah, kata Muzani, upaya KPK mencegah potensi korupsi sampai Rp 60 triliun merupakan prestasi yang membanggakan. Dia berharap, KPK tetap memiliki semangat untuk mengambil peran yang startegis dalam pembangunan tindakan antikorupsi.

"Parpol juga harus mencegah agar mereka yang pernah terlibat (korupsi), sudahlah beri kesemptan yang lain mengambil peran dalam proses kenegaraan dan kemasyarakatan. Sehingga jangan, lo lagi lo lagi. Seperti itu," paparnya.(boy/jpnn)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Bareskrim Polri dan Bea Cukai Bengkalis Gagalkan Penyelundupan 28,3 Kg Sabu Malaysia

Bareskrim Polri bersama Bea Cukai Bengkalis menggagalkan penyelundupan 28,3 kg sabu jaringan internasional dan menangkap…

15 jam ago

Kasus Kawasan Hutan Kampar, Polda Riau Resmi Tetapkan Tersangka Oknum DPRD Kampar Inisial F

Ditreskrimsus Polda Riau menetapkan anggota DPRD Kampar berinisial F (Fahmil) sebagai tersangka kasus dugaan penguasaan…

17 jam ago

Pria Asal Dairi Ditemukan Meninggal Tergantung di Ruko Apotek Salo Kampar

Seorang pemuda asal Dairi berusia 21 tahun ditemukan meninggal tergantung di Ruko Apotek Rama Farma,…

2 hari ago

Atasi Kelangkaan dan Dugaan Mafia Solar Subsidi, DPRD Riau Bawa Wacana Pembentukan Satgas

DPRD Provinsi Riau mengusulkan pembentukan Satgas Solar terpadu untuk memberantas dugaan mafia, penyelewengan, dan antrean…

2 hari ago

Razia Pekat Satpol PP Kuansing: 6 LC diamankan, 1 LC Remaja Positif Penyakit Menular

Satpol PP Kuansing menggelar razia warung remang-remang di Desa Marsawa. Enam LC diamankan, satu di…

2 hari ago

Kesaksian Plt Kadis Perkim Pekanbaru di PN Pekanbaru: Diperas Rp35 Juta Bermodus Berita Flexing

Plt Kadis Perkim Pekanbaru Martin Manoluk memberikan kesaksian di PN Pekanbaru terkait dugaan pemerasan dan…

2 hari ago