dikira-roti
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Rahmat dan Novri adalah tukang becak. Mereka setiap harinya mangkal di depan salah satu rumah sakit.
Karena capek menunggu penumpang yang tak kunjung datang, akhirnya Rahmat tertidur.
Tak berapa lama datang seorang calon penumpang. Melihat Rahmat tertidur, Novri berinisiatif menggantikan Rahmat membawa penumpang tersebut.
Setengah jam kemudian, Novri pun kembali ke pangkalan. Rahmat yang sudah bangun sempat protes karena merasa penumpangnya diambil.
"Salah sendiri, kerja kok tidur. Aku mau bangunin, tapi kamu tidurnya nyenyak.. Hehehe…" kata Novri.
Dengan setengah pamer, Novri menunjukkan bungkusan plastik yang terdapat di kursi becaknya.
"Ini pasti isinya roti coklat milik penumpang tadi yang tertinggal," kata Novri sambil menunjukkan bungkusan itu.
Tapi Rahmat cuek saja.
Dengan wajah yang ceria, Novri pun membuka bungkusan itu.
Tapi… Alamakk…!! Ternyata bungkusan itu bukan berisi roti atau makanan, melainkan sampah bungkusan kue.
Melihat itu, Rahmat tidak jadi marah kepada Novri. Ia malah tertawa senang.(dof)
Wako Pekanbaru Agung Nugroho meluncurkan logo HUT ke-242 Kota Pekanbaru dan melepas uji coba bus…
Bupati Siak Afni Z mengukuhkan 368 petugas Sensus Ekonomi 2026 dan menegaskan pentingnya integritas serta…
Karhutla kembali terjadi di Pulau Rupat, Bengkalis. Petugas gabungan dan dua helikopter water bombing terus…
Saksi mahkota Dani Nursalam mengaku melaporkan penerimaan dana Rp1 miliar dari Arief Setiawan kepada Abdul…
Korban dugaan penyerangan terhadap pekerja PT SBP bertambah menjadi tiga orang yang dirujuk ke Pekanbaru,…
Kejagung menetapkan tiga mantan pimpinan BGN sebagai tersangka dugaan korupsi Program MBG dan langsung melakukan…