Categories: Nasional

Nisan Aceh dan Benteng dari Abad 17 sampai 18

Menelusuri Sungai Jantan, seberang Makam Raja Kecik dan ditemukan dua makam dengan satu nisan, di sekitar makam ada batang kayu berduri seperti kayu nibung. Seolah kayu berduri itu ditanam untuk melindungi makam.

(RIAUPOS.CO) — Saat ditemukan, nisan sudah terbenam dan hanya terlihat beberapa sentimeter. Namun, tetap terlihat meski sudah berlumut. Sejumlah warga yang melihat itu, melakukan penggalian dan diangkat ke permukaan. Terlihatlah nisan dengan ukiran.

Dari bentuknya, arkeolog Ludi menilai nisan pada makam merupakan nisan Aceh dan dari sekitar Abad 17 sampai 18. “Pada masa itu, Aceh yang memiliki kemampuan untuk membuat nisan dengan ukiran dan pahatan seperti itu. Bahkan sejumlah kerajaan dan kesultanan menggunakan nisan Aceh,” ungkapnya.

Dari posisi makam yang tidak terlalu jauh, biasanya mereka memiliki kedekatan. Dan ini perlu kajian lebih mendalam. Harus membuka sejumlah peta, catatan dan rujukan lainnya tentang peninggalan masa lalu. Demikian juga dengan kompleks pemakaman yang berada sekitar 200 meter dari sini, tentu akan dibaca apakah masih terkait masanya dengan kedua makam ini.

Menurut Ludi, temuan ini harus dijaga dan diamankan, karena ini salah satu benda yang harus dilindungi. Kasi Kebudayaan Disdikbud Siak Ay Rizal menyayangkan pohon pohon yang ada di sekitar makam sudah ditebang. Alat berat sedang bekerja membersihkan lahan warga.

“Kami akan segera lapor pimpinan. Selanjutnya kami menyurati bupati dengan harapan agar aktivitas di sekitar makam dihentikan sementara. Selama proses penelusuran jejak dari temuan makam dan benteng,” ungkap Ay Rizal.

Benteng ditemukan sekitar 200 meter dari makam yang diduga bangsawan dan 400 meter dari kompleks pemakaman kuno. Di sekitar benteng sudah ada kebun sawit warga. Sehingga benteng menjadi lebih teduh, meski tinggi benteng sudah tidak seperti dulu.

Menurut Emy (20), warga yang tinggal tidak jauh dari makam Raja Kecik, dan ikut bersama arkeolog meneliti benteng, sejak usia 12 tahun dia sudah dibawa ayahnya bermain di sekitar benteng. Pasalnya, lahan benteng itu dulunya milik kakeknya. Entah karena urusan apa lahan itu kini berpindah ke tangan orang lain.

“Dulu benteng ini tinggi. Kalau tak salah ada sekitar 10 meter. Sebab untuk bisa naik ke atas benteng harus berlari terlebih dahulu, lalu melompat,” jelas Emy yang kini bekerja di salah satu perusahaan.

Tidak hanya sampai di situ, menurut Emy, dulu di tepi Sungai Jantan atau Sungai Siak, tidak jauh dari benteng, warga sering menemukan piring piring, mangkuk dan peralatan makan lainnya dari keramik. Namun, sudah pecah-pecah. Hanya satu dua yang utuh, itu pun entah ke mana sekarang. “Karena ketika itu saya masih kecil, saya tidak terlalu memikirkannya. Baru sekarang ini saya berpikir betapa berharganya barang barang itu,” sesalnya.

Saat diukur oleh warga yang mendampingi pihak BPCB, tinggi benteng sekitar 3 meter. Benteng lebih landai dan melebar. Ada pun lebar benteng saat ini sekitar 5 sampai 8 meter. Benteng berbentuk per segi dengan panjang sekitar 130 meter. Benteng itu memiliki empat sudut dan sudut-sudut itu lebih melebar seperti menara pengintai atau benteng pertahanan.

Tidak hanya di situ, selain ada seperti gerbang di antara benteng, di dalam benteng itu juga ada kolam. Meski kolam itu kering, dan sudah dangkal. Sepertinya kolam itu memang bagian dari benteng.(bersambung)

Laporan MONANG LUBIS, Siak

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Ribuan PPPK Paruh Waktu Rohul Belum Terima Gaji Januari 2026

Sebanyak 1.608 PPPK Paruh Waktu di Rohul belum menerima gaji Januari 2026 karena masih dalam…

9 jam ago

DPRD Meranti Tegas Tolak Kenaikan Tarif Ferry, Pengusaha Dipanggil Hearing

DPRD Kepulauan Meranti menegaskan penolakan rencana kenaikan tarif ferry yang dinilai sepihak dan belum melalui…

11 jam ago

Tiang FO Tumbang, Pemko Pekanbaru Dorong Jaringan Telekomunikasi Bawah Tanah

Pemko Pekanbaru mendorong penerapan sistem ducting atau jaringan bawah tanah setelah insiden tumbangnya tiang fiber…

12 jam ago

Satu Lokasi, Banyak Layanan: MPP Inhil Permudah Urusan Haji dan Umrah

MPP Inhil menambah layanan haji dan umrah. Masyarakat kini bisa mengurus keperluan ibadah secara mudah…

1 hari ago

Patroli Malam Polisi Gagalkan Balap Liar, 29 Motor Diamankan

Polisi mengamankan 29 sepeda motor saat patroli balap liar di Simpang Garoga, Duri, guna menjaga…

1 hari ago

Unri Gandeng Tanoto Foundation Kembangkan Digitalisasi Soft Skills Mahasiswa

Unri bersama Tanoto Foundation membangun sistem digital soft skills mahasiswa terintegrasi, terukur, dan menjadi bagian…

1 hari ago