Categories: Nasional

Batam di Ambang Krisis Air

BATAM (RIAUPOS.CO) – Badan Pengusahaan (BP) Batam terkesan lamban dalam menangani masalah stok air baku. Bahkan beberapa tahun ke depan, Batam diambang krisis air.
Kepala Kantor Air dan Limbah BP Batam, Binsar Tambunan, mengatakan kebutuhan air di Batam selalu meningkat 20 persen setiap tahun. Padahal hingga saat ini, Dam Tembesi yang diharapkan bisa menjadi cadangan air baku belum juga selesai dilelang.

”Dam Tembesi sebenarnya sudah harus dimulai karena membangunnya butuh waktu satu tahun,” katanya.

Binsar menyampaikan bahwa kebutuhan air di Batam akan mencapai break event point (BEP) pada 2020. Di mana saat ini kebutuhan air di Batam sudah mencapai sekitar 3.300 liter per detik. Sedangkan kemampuan seluruh waduk di Batam hanya mampu mengalirkan sekitar 3.500 liter per detik. Bahkan diperkirakan tahun depan kebutuhan air sudah sama dengan kemampuan produksi air.

”Kebutuhan air tiap tahun tahun meningkat 150 liter hingga 250 liter per detik. Tembesi ini sumber yang kita harapkan bisa menopang tiga atau empat tahun ke depan. Itupun kalau irit-irit,” ungkapnya.

Tapi Binsar belum bisa menjelaskan kendala proses tender Dam Tembesi. Beberapa kali pihak BP Batam tidak pernah memberikan jawaban pasti mengenai kelanjutannya.

”Segera akan mulai kita lanjutkan,” imbuhnya singkat.

Terkait Dam Sei Harapan, Binsar mengaku pihaknya sedang menunggu lelang dari pihak Kementerian PUPR. Padahal rencana ini sudah ada sejak beberapa tahun lalu.

”Kami tinggal menunggu. Secara administrasi, kami sudah penuhi syarat. Jadi, tinggal tunggu pelaksanaannya dari PUPR,” ucapnya.

Adapun persyaratan admi-nistrasi yang sudah dipenuhi antara lain detail engineering design (DED), lokasi untuk relokasi sedimen galian dan lain-lain.

”Dam Sei Harapan berkapasitas 3,6 juta meter kubik, tapi terisi 1 juta meter kubik sedimen. Maka kalau dikeruk, kita akan dapat tambahan air baku 1 juta meter kubik,” harapnya.

Sebelumnya, anggota DPD RI dari Kepri, Haripinto me-ngatakan, kebutuhan air adalah kebutuhan mendasar yang harus dipikirkan serius oleh pemerintah. Apalagi di Batam tidak ada mata air atau aliran air.

“Kita ini mengandalkan waduk. Artinya bergantung pada air hujan. Jadi harus ada rencana jangka panjang terkait air ini,” katanya.

Ia juga meminta agar waduk yang ada sekarang seperti Duriangkang, Tembesi dan Mukakuning untuk tetap dijaga dan dirawat. Termasuk menjaga agar pohon tidak bebas ditebangi.

“Aktifitas manusia di sekitar dam juga harus dilarang. Dan perlu diingat bahwa air juga menjadi pertimbangan penting investor masuk ke Batam,” katanya.

 

Sumber: Batampos.co.id

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Jerman Hadapi Paraguay, Nagelsmann Sebut Sistem 32 Besar Merugikan Juara Grup

Pelatih Jerman Julian Nagelsmann mengkritik format babak 32 besar Piala Dunia 2026 karena hanya memiliki…

23 jam ago

Calon Manajer Koperasi Merah Putih Meninggal, Koalisi Sipil Desak Investigasi Independen

Kematian lima calon manajer Koperasi Merah Putih saat latsarmil menuai sorotan. Koalisi sipil mendesak investigasi,…

23 jam ago

Kebakaran Hebat Hanguskan 300 Kios di Tembilahan, Pemkab Pastikan Pedagang Tetap Berjualan

Pemkab Inhil menyiapkan relokasi sementara usai sekitar 300 kios Pasar Rakyat dan Pasar Terapung Tembilahan…

23 jam ago

Duel Panas Brasil vs Jepang, Ancelotti Usung Misi Revans di Piala Dunia 2026

Brasil mengusung misi balas dendam saat menghadapi Jepang di babak 32 besar Piala Dunia 2026…

23 jam ago

Naik Bus TMP Cuma Rp242, Promo HUT Pekanbaru Berlaku hingga 30 Juni

Pemko Pekanbaru menghadirkan promo tarif Bus Trans Metro Pekanbaru hanya Rp242 hingga 30 Juni dalam…

23 jam ago

10 Jalur Lolos ke Hari Ketiga, Pacu Jalur Rayon II Disaksikan Ribuan Penonton

Hari pertama Pacu Jalur Rayon II di Tepian Narosa berlangsung meriah. Sebanyak 10 jalur berhasil…

2 hari ago