Categories: Nasional

Vaksin Moderna Dihentikan di Tiga Negara Eropa

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Tiga negara Eropa menghentikan penggunaan vaksin Covid-19 Moderna untuk pria di bawah usia 30 tahun. Negara-negara itu yakni Finlandia, Swedia, dan Denmark.

Otoritas kesehatan di Helsinki mengatakan keputusan itu diambil menyusul laporan efek samping kardiovaskular yang langka. Sementara Swedia mengatakan akan berhenti menawarkan suntikan kepada warga berusia di bawah 30 tahun.

Denmark kemudian mengikutinya dengan larangan serupa yakni di bawah 18 tahun. Orang yang telah diberi satu dosis vaksin Moderna akan ditawari alternatif vaksin lain untuk dosis kedua.

"Sebuah studi Nordik yang melibatkan Finlandia, Swedia, Norwegia dan Denmark menemukan bahwa pria di bawah usia 30 tahun yang menerima Moderna Spikevax memiliki risiko sedikit lebih tinggi daripada yang lain mengembangkan miokarditis atau gangguan kardiovaskular," kata Mika Salminen dari lembaga kesehatan Finlandia.

Miokarditis adalah peradangan pada otot jantung yang dapat memengaruhi kemampuannya untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan irama jantung yang cepat atau tidak normal. Miokarditis biasanya sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari.

Sebagai tindakan pencegahan, Finlandia sekarang hanya akan memberikan vaksin Pfizer kepada anak laki-laki dan laki-laki usia muda. Denmark telah menggunakan vaksin Pfizer sebagai pilihan utama untuk anak-anak berusia 12 hingga 17 tahun.

"Mengikuti situasi dengan cermat dan bertindak cepat untuk memastikan bahwa vaksinasi Covid-19 selalu seaman mungkin dan memberikan perlindungan yang efektif," kata Kepala ahli epidemiologi Swedia, Anders Tegnell.

Menyusul pengumuman Swedia dan Denmark, juru bicara Moderna mengatakan perusahaan sudah mengetahui keputusan tersebut. Moderna mengklaim biasanya hal itu terjadi karena kasus ringan dan cenderung pulih dalam waktu singkat setelah perawatan dan istirahat.

"Risiko miokarditis meningkat secara substansial bagi mereka yang tertular Covid-19, dan vaksinasi adalah cara terbaik untuk melindunginya," katanya.

Saham Moderna sendiri turun 4,9 persen atau sebesar 16,08 dolar AS. Penurunan menjadi 316,11 dolar AS dalam perdagangan Rabu (6/10) sore akibat hal itu.

Regulator obat-obatan di AS, UE, dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan manfaat suntikan Moderna, serta vaksin Pfizer, dalam mencegah Covid-19 lebih besar daripada risikonya. Kedua vaksin didasarkan pada teknologi mRNA, tetapi suntikan Pfizer mengandung 30 mikrogram vaksin per dosis dibandingkan dengan 100 mikrogram dalam vaksin Moderna.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Tiga Bulan Belajar di Dunia Media, Mahasiswa Unri Rampungkan Program Magang Berdampak di Riau Pos

Mahasiswa Unri sukses menyelesaikan program Magang Berdampak selama tiga bulan di Riau Pos dengan bekal…

2 hari ago

Tangis dan Bangga Warnai Pelepasan 250 Siswa SMPN 25 Pekanbaru

Pelepasan 250 pelajar kelas IX SMPN 25 Pekanbaru berlangsung khidmat, meriah, dan penuh suasana haru.

2 hari ago

Sewa Lima Hari, Mobil Malah Digelapkan, Pasutri Berakhir Ditangkap

Pasutri di Tapung ditangkap polisi setelah diduga menggelapkan mobil rental yang tak dikembalikan kepada pemiliknya.

2 hari ago

Pantai Solop Diawasi Ketat Saat Iduladha, Maksiat dan Narkoba Jadi Perhatian

Pengawasan di Pantai Solop diperketat selama libur Iduladha untuk mencegah maksiat, miras, narkoba dan perilaku…

2 hari ago

Korupsi Bibit Kopi Liberika di Meranti, Kerugian Negara Rp663 Juta Berhasil Dipulihkan

Kejari Kepulauan Meranti berhasil memulihkan kerugian negara Rp663 juta dari kasus korupsi pengadaan bibit kopi…

2 hari ago

Kursi Kadis PUPR Riau Berganti, SF Hariyanto Tunjuk Zulfahmi Jadi Plt

SF Hariyanto menunjuk Zulfahmi sebagai Plt Kadis PUPR-PKPP Riau untuk penyegaran dan percepatan pembangunan infrastruktur.

2 hari ago