Categories: Nasional

Bukan Perokok Tapi Kena Kanker Paru?

RIAUPOS.CO – Berbagai pertanyaan muncul tentang penyebab Kepala Badan Kepala Pusat Data dan Informasi, Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho bisa mengidap kanker paru-paru. Terlebih, Sutopo yang bukan perokok divonis mengidap kanker paru-paru stadium 4B selama 2 tahun.

Ternyata, kanker paru-paru menyerang siapa saja termasuk yang bukan perokok. Pakar hematologi dan onkologi medik dari RS Dharmais Dr. Ronald. A. Hukom, MHSc, Sp.PD, KHOM menjelaskan, kanker paru-paru merupakan sel abnormal yang membelah diri secara tak terkontrol di organ di dalam rongga dada itu.

Adapun stadium 4B artinya sudah ada penyebaran ke beberapa area pada organ tubuh di luar paru-paru. “Faktor risiko paling dikenal adalah rokok, termasuk perokok pasif,” ujarnya seperti diberitakan JawaPos.com, Senin (8/7).

Menurut dr. Ronald, ada beberapa zat penyebab kanker atau karsinogen lain yang ada di lingkungan atau di tempat kerja. Seperti asbestos, radon, kromium dan nikel.

Penyebab kanker biasanya multifaktor. Ronald menjelaskan, asbestosis biasanya ditemukan di industri pertambangan dan penggilingan, konstruksi dan industri lainnya. Pemaparan pada keluarga pekerja asbes juga bisa terjadi dari partikel yang terbawa ke rumah di dalam pakaian pekerja.

Adapun radon merupakan gas radioaktif yang tidak berbau, tidak berasa dan tidak kasatmata. Radon bisa terakumulasi di tempat-tempat yang aliran udaranya tidak lancar, misalnya di tambang bawah tanah atau di dalam gedung.

Selanjutnya adalah kromium atau logam tahan korosi. Kromium (krom) digunakan sebagai pelapis pada ornamen-ornamen bangunan maupun pada komponen kendaraan, seperti knalpot pada sepeda motor.

Ronald menambahkan, hal yang penting untuk dilakukan adalah menurunkan risiko kanker paru-paru. Yang utama adalah setop merokok, termasuk agar perokok pasif menghindari asap rokok. Cara lainnya adalah menghindari berbagai karsinogen di tempat kerja.

Selain itu, hal penting lainnya adalah deteksi dini dengan melakukan pemeriksaan kesehatan. Namun, menurut Ronald, saat ini belum ada kesepakatan para ahli untuk mendeteksi dini kanker paru yang tepat.

“Gejala awal bisa batuk, merasa sesak, nyeri dada, kemudian ludah atau batuk ada darah, berat badan turun tanpa sebab jelas, lemas, nafsu makan hilang,” ungkapnya.

Ronald menambahkan, para penderita kanker paru umumnya merasakan nyeri. Untuk nyeri bisa diatasi dengan berbagai obat, termasuk morfin dan turunannya.

Adapun untuk pengobatan kankernya disesuaikan pada kondisi setiap pasien. “Terapi sesuai stadium, bisa dengan operasi, radiasi, kemoterapi, terapi target (pada mutasi spesifik sel kanker), imunoterapi,” tutupnya.(jpc)

Sumber: JPNN.com
Editor: Deslina

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, Disdik Tetapkan Siswa PAUD hingga SMP Belajar dari Rumah

Kualitas udara Pekanbaru memburuk, siswa PAUD hingga SMP belajar daring dari rumah. MBG tetap disalurkan…

2 hari ago

Pacu Jalur Hari Keempat Memanas, 13 Jalur Berhasil Tembus Final

Pacu jalur hari keempat di Tepian Narosa berlangsung sengit. Sebanyak 13 jalur berhasil melaju ke…

3 hari ago

Pilkades Meranti 2026 Terancam Tertunda, Tiga Desa di Meranti Masih Kekurangan Calon

Tiga desa di Kepulauan Meranti masih kekurangan calon kepala desa untuk Pilkades 2026. Pendaftaran diperpanjang…

5 hari ago

Mandi di Sungai Kuantan Saat Pacu Jalur, Pasangan Suami Istri Terseret Arus

Pasangan suami istri terseret arus Sungai Kuantan saat mandi di tengah pacu jalur. Sang istri…

5 hari ago

SBK Apparel Siapkan Doorprize untuk Goweser Riau Pos

SBK Apparel mendukung Riau Pos Gowes Merdeka 2026 dan menyiapkan doorprize kulkas satu pintu untuk…

5 hari ago

PSPS Pekanbaru Sapu Bersih Tiga Laga Uji Coba, Modal Hadapi Championship 2026-2027

PSPS Pekanbaru meraih tiga kemenangan beruntun dalam laga uji coba dan mencetak enam gol sebagai…

5 hari ago