cocokkan-keterangan-novel-dengan-dua-pelaku
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Dua pelaku penyiraman terhadap Novel Baswedan sudah tertangkap. Saat ini Polri sedang mencocokkan keterangan Novel dengan dua pelaku dan sejumlah saksi lainnya. Proses tersebut dinilai perlu dipercepat hingga diketahui pelaku lainnya.
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Argo Yuwono menuturkan, dalam pemeriksaan terhadap Novel didapatkan semua yang dialami saat peristiwa penyiraman. Dari berjalan keluar rumah, ke masjid hingga wajahnya dibasuh air pascadisiram asam sulfat. "Garis besar keterangan terkait apa yang dialami korban," tuturnya.
Ada 56 pertanyaan yang diajukan kepada Novel. Setelah ini, proses pencocokan keterangan dilakukan. Keterangan Novel perlu diverivikasi dengan keterangan pelaku dan saksi lainnya. "Dianalisa semua keterangan itu,"paparnya.
Dia mengatakan, diharapkan semuanya akan segera selesai dan bila tidak ada lagi perkembangan, berkas perkara akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung). "Semoga ya," terangnya.
Sementara Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mengatakan, seharusnya proses semacam ini sudah ditempuh, sebab kejadian penyiraman sudah dua tahun lalu. ”Artinya, harusnya pengungkapan dan penyelesaian kasus lebih cepat,” tuturnya.
Yang paling penting bukan soal keterangan korban dan pelaku, melainkan alat bukti yang menjerat kedua pelaku. Hingga saat ini dua alat bukti yang cukup belum juga diketahui. ”Apa memang nanti ini kedua pelaku bisa bebas dalam sidang,’’ tuturnya.
Menurutnya, kalau kasus ini hanya bersandar pada pengakuan, nanti Polri sendiri yang akan tercoreng citranya. Apalagi, Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo berulang kali mengatakan bahwa keduanya merupakan pelaku sesungguhnya. ”Bagaimana kalau persidangan mengatakan lain,” terangnya.
Dia meminta Polri untuk bisa menjelaskan dua alat bukti yang selama ini terkesan ditutupi. Dengan begitu, masyarakat akan yakin bahwa keduanya benar pelakunya. "Bukan orang yang dikorbankan," tegasnya.
Sebelumnya, Polri melakukan digital forensik terhadap handphone kedua pelaku. Namun, hingga saat ini belum diketahui hasilnya. Padahal, bila handphone kedua pelaku masih sama dengan saat kejadian penyiraman, kasus tersebut bisa jadi terungkap hingga ke aktor intelektual. (idr/jpg)
Warga Penyengat, Siak, menanam 5.000 mangrove secara swadaya untuk melindungi pesisir dari abrasi dan menjaga…
Tsabita Salsabila, 19 tahun, dilaporkan hilang di Pekanbaru. Ponselnya terakhir terdeteksi di Jalan Swakarya setelah…
Gempa M7,7 mengguncang NTT dan menewaskan 20 orang. Enam warga luka-luka dan dua lainnya masih…
Kendaraan konsumen terbakar di SPBU Bandar Petalangan, Pelalawan. Pertamina menghentikan operasional sementara dan masih menyelidiki…
SMAN 1 Bangkinang kembali juara HSBL 2026 Seri Bangkinang usai menaklukkan SMAN Plus Riau dengan…
Tiga kebakaran lahan terjadi di Kampar hingga Sabtu sore. Petugas gabungan masih menangani lahan gambut…