Categories: Nasional

Kepala BKPM Yakin Investasi Cina Tak Terganggu

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Wilayah perairan Natuna, Kelupauan Riau, kembali memanas setelah sejumlah kapal nelayan Cina berani melanggar ZEE RI. Melihat ketegangan di Natuna, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia yakin hal tersebut tak akan mempengaruhi investasi Cina di Indonesia.

"Kalau berbicara persoalan Natuna dan investasi adalah dua hal yang berbeda. Investasi adalah investasi, hubungan bisnis antara kedua belah pihak. Sementara kalau Natuna adalah urusan kedaulatan," katanya dilansir dari Antara, Selasa (7/1).

Bahlil yakin pemerintah dapat menyelesaikan permasalahan diplomatik dengan Cina di Natuna. Sehingga, investasi dari raksasa Asia itu tetap mengalir ke Indonesia.

"Tugas saya adalah bagaimana meyakinkan mereka (investor) bagaimana Indonesia adalah tempat yang positif bagi investasi," tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan kawasan Natuna merupakan bagian sah Republik Indonesia. Dia menjamin, pemerintah tidak akan melakukan upaya tawar-menawar soal kedaulatan Indonesia di kawasan tersebut.

"Tidak ada yang namanya tawar-menawar mengenai kedaulatan, mengenai teritorial negara kita," ujarnya saat membuka sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (6/1).

Jokowi menambahkan, pernyataan yang sudah disampaikan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri kepada pihak Cina sudah sesuai.

"Saya kira, seluruh statement yang disampaikan sudah sangat baik," imbuhnya.

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi sudah melayangkan protes kepada pemerintah Cina. Hal itu menyusul pelanggaran terhadap Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia, termasuk kegiatan ilegal fishing dan pelanggaran kedaulatan oleh coast guard di perairan Natuna.

Retno menjelaskan, posisi ZEE Indonesia telah disepakati internasional dalam United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982.

"Cina salah satu party (pihak, red) yang terlibat dalam UNCLOS 1982. Sehingga sudah kewajiban bagi Cina untuk menghormati implementasi tersebut," jelas Retno.

Retno menyampaikan, pemerintah tidak akan menerima argumentasi soal nine- dash line yang diyakini secara historis oleh Cina bahwa ZEE Indonesia itu masuk wilayahnya.

"Indonesia tidak pernah akan mengakui nine-dash line karena merupakan klaim sepihak Cina yang tidak punya alasan hukum yang diakui internasional," lanjutnya.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Resahkan Warga, Dua Warung Remang-remang di Kuantan Mudik Ditertibkan Polisi

Polsek Kuantan Mudik menertibkan dua warung remang-remang di Bukit Betabuh setelah menerima keluhan warga. Lima…

5 jam ago

PETI di Kampar Kiri Digerebek, Satu Operator Ekskavator Diamankan Polisi

Polisi membongkar aktivitas PETI di Kampar Kiri Hulu dan mengamankan operator ekskavator. Sejumlah peralatan tambang…

11 jam ago

Warga Rambah Sempat Krisis Air Bersih, Ternyata Kabel Pompa Dicuri

Warga Rambah sempat kesulitan air bersih setelah kabel pompa distribusi di Desa Pawan dicuri. Aliran…

11 jam ago

Dosen Unilak Bekali Siswa SMKN 1 Kandis Jurus Branding Digital dan Hitung Harga Jual

Dosen Unilak membekali siswa SMKN 1 Kandis dengan kemampuan digital branding dan menghitung HPP untuk…

1 hari ago

Air Sungai Singingi Kembali Keruh, PETI Diduga Jadi Penyebab

Air Sungai Singingi kembali keruh setelah PETI diduga beraksi. Warga meminta aparat meningkatkan razia demi…

1 hari ago

Tempuh 192 Km Selama 22 Jam, Goweser Paliko Siap Meriahkan Gowes Merdeka 2026

Tempuh 192 km selama 22 jam, tiga Goweser Paliko dari Payakumbuh dan Limapuluh Kota hadir…

1 hari ago