Categories: Nasional

Persoalan Daerah Jadi Isu Utama

DUMAI (RIAUPOS.CO) – Debat pu­blik putaran kedua calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai Pemilihan Serentak 2020, Sabtu (5/12) malam berlangsung menarik. Debat kedua ini mengangkat tema Memajukan dan Menyelesaikan Persoalan Daerah  untuk Memperkokoh NKRI dan Kebangsaan.

Hal yang cukup menjadi perhatian yakni adanya foto almarhum Eko Suharjo di samping calon Wakil Wali Kota Dumai nomor urut 02 Syarifah. Pada kesempatan tersebut masing-masing paslon mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Eko Suharjo sebagai calon Wali Kota Dumai nomor urut 02 pada 25 November 2020 lalu.

Ada beberapa persoalan yang dibahas pada debat tersebut mulai dari persoalan kemiskinan, pemberantasan narkoba, pemulihan ekonomi, kesehatan, infrastruktur dan perkembangan teknologi informasi.

Paslon 01 Hendri Sandra menyampaikan visi terwujudnya Kota Dumai sebagai pusat perekonomian yang Madani, Smart City, dan Green City dengan dukungan good governance dan clean government dalam nilai budaya Melayu yang agamis tahun 2026.

“Ada beberapa persoalan di infrastruktur harus dibenahi, pendidikan kesehatan dan tenaga kerja yang harus disegerakan, Dumai harus menjadi kota yang hebat. Dumai memiliki potensi yang luar biasa. Ini yang akan menjadi modal kita untuk bergaining kepada investor. Untuk itu kami menjadi calon yang mampu menyelesaikan permasalahan yang ada ini,” sebutnya.

Pasangan nomor urut 02 Eko Suharjo-Syarifah mengusung visi mewujudkan Dumai Gemilang dalam Tataran Masyarakat Berbudaya dan Religius di Kawasan Riau Pesisir lima tahun mendatang. “Dinamika pembangunan Kota Dumai dalam rentang waktu 2010-2020, dapat dicermati dari sisi ekonomi makro, dan indeks pembangunan manusia, angka kemiskinan, serta keuangan daerah,” tuturnya.

Ia mengatakan pertumbuhan ekonomi merupakan indikator ekonomi makro lazim digunakan sebagai instrumen untuk mengukur keberhasilan pembangunan pada suatu wilayah. ”Kemiskinan digunakan sebagai instrumen pengukur ketidakmampuan penduduk dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan, diukur dari sisi pengeluaran,” sebutnya.

Pasangan calon nomor 03 Paisal-Amris mengusung visi terwujudnya Dumai sebagai Kota Pelabuhan dan Industri yang unggul serta bertumpu pada budaya Melayu. “Untuk mendukung visi tersebut kami menjabarkan dengan pengembangkan perekonomian kota yang berdaya saing dan bertumpu pada kepelabuhanan dan industri,’’ ujarnya.

‘’Kemudian mewujudkan sumberdaya manusia yang berkualitas dan berjati diri Melayu dan mewujudkan infrastruktur wilayah yang berkualitas serta meningkatkan kualitas tata kelola  kepemerintahan daerah yang baik,” terangnya.

 

 

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Ketua DPRD Kuansing Diperiksa KPK Selama 12 Jam, Kuasa Hukum Beberkan Materi Pemeriksaan

Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…

1 hari ago

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Uraikan Dugaan Aliran Uang Rp2,4 Miliar

Jaksa KPK menuntut Abdul Wahid 8 tahun 6 bulan penjara dan mengungkap lima dasar tuntutan…

1 hari ago

Bupati Meranti Ingatkan Pilkades 2026 Jangan Sampai Picu Perpecahan

Bupati Kepulauan Meranti mengajak masyarakat menjaga persatuan saat Pilkades 2026 dan menyiapkan hadiah umrah bagi…

1 hari ago

Nelayan Korban Serangan Buaya di Rokan Hilir Meninggal Setelah Dirawat Intensif

Nelayan korban serangan buaya di Sungai Rokan meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif. Korban…

1 hari ago

Tiga PKS di Rohul Masih Beli TBS Sawit di Bawah Harga Provinsi, Petani Diminta Lebih Selektif

Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…

2 hari ago

Pelabuhan Penumpang Dumai Resmi Jadi Kawasan Non Tunai, Pembayaran ke Malaysia Kini Bisa Pakai QRIS

Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…

2 hari ago