Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy di Gedung Sekolah Indonesia Jeddah. (ISTIMEWA)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Anak-anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Jeddah, Arab Saudi kini bisa belajar dengan lebih nyaman. Gedung Sekolah Indonesia Jeddah yang baru sudah dapat dimanfaatkan.
Diresmikan langsung oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, sekolah Indonesia ini diharapkan jadi wadah menuntut ilmu para anak TKI. Muhadjir ingin memastikan, meski jauh, mereka juga menerima haknya untuk mendapat pendidikan.
"Sekolah Indonesia harus mampu bersaing dengan sekolah-sekolah internasional yang ada di Jeddah," ujarnya dalam keterangan resminya, kemarin (6/12).
Dia juga berpesan agar siswa siswi Sekolah Indonesia Jeddah terus memiliki cita-cita setinggi langit. Giat belajar dan terus semangat sehingga kelak bisa meneruskan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi.
Apalagi setelah memiliki fasilitas yang baik di sekolahnya. Mengingat, belum semua anak Indonesia dapat menikmati hal yang sama.
"Kalian harus punya semangat sehingga kelak dapat kuliah di UGM, UI, ITB dan perguruan tinggi lain di Indonesia," tuturnya.
Sementara, pada para pengajar, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu mengajak untuk terus meningkatkan kualitas. Sebab mereka merupakan ujung tombak yang jadi penentu kualitas pendidikan.
"Sarana prasarana yang bagus tanpa guru berkualitas tak berarti apa-apa," katanya.
Pada kesempatan itu, Muhadjir menjanjikan tambahan sarana belajar untuk para siswa. Sebanyak 40 unit komputer bakal diberikan guna mendukung program sekolah, termasuk dalam penyelanggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2020 nanti.
"Bantuan komputer ini nanti akan ditindaklanjuti melalui atase pendidikan dan kebudayaan KBRI Riyadh Kerajaan Arab Saudi," ungkapnya.
Sekolah Indonesia Jeddah berdiri sejak 1 Januari 1964. Adapun lokasinya berada di District 7155,5421 Az Zilaq, Ar Rehab, Jeddah 23343. Karena sudah lama, kondisi gedung pun kurang representative.
Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK Agus Sartono menambahkan, jika gedung sebelumnya tidak memadai dan kondisinya memang sudah jelek. Karena itu pemerintah membangun gedung baru.
"Dengan gedung yang baru Insya Allah prestasi siswa makin baik," ujarnya. Perbaikan ini sangat diperlukan untuk bisa mengintervensi pendidikan anak-anak TKI yang memang membutuhkan.
Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi
Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…
Jaksa KPK menuntut Abdul Wahid 8 tahun 6 bulan penjara dan mengungkap lima dasar tuntutan…
Bupati Kepulauan Meranti mengajak masyarakat menjaga persatuan saat Pilkades 2026 dan menyiapkan hadiah umrah bagi…
Nelayan korban serangan buaya di Sungai Rokan meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif. Korban…
Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…
Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…