Categories: Nasional

Plafon Ruang Rawat Anak di RSUD Dumai Ambruk

DUMAI (RIAUPOS.CO) — Plafon salah satu ruang di Ruang  Rawat Anak IRNA C RSUD Dumai tiba-tiba ambruk, Kamis (5/12). Tak ayal hal itu membuat pasien yang berada di ruangan tersebut terkejut dan langsung diungsikan ke ruang lainnya.

Padahal plafon tersebut baru selesai dikerjakan pekan lalu. Namun entah apa penyebabnya, plafon tersebut tiba-tiba ambruk alias roboh. Beruntung tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut.

"Tadi ada kucing lewat di atas plafon, maka roboh. Ini sedang kami perbaiki," ujar salah seorang  tukang yang meminta namanya diinisialkan saja.

Pria berinisial TR itu mengatakan plafon tersebut sudah selesai pada pekan lalu. Namun akibat kejadian ini pihaknya harus memperbaiki kembali. "Tidak banyak, Bang," ujarnya.

Namun keterangan berbeda di sampaikan oleh Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Kota Dumai, Yusrizal mengatakan ambruknya plafon di salah satu ruangan IRNA C Rawat Anak akibat ruang tersebut belum selesai di kerjakan. "Bukan karena kucing, tapi belum selesai di kerjakan," tuturnya.

Ia mengakui ruangan tersebut memang sudah di gunakan. Hanya saja, karena kesalahannya dari anggota di bagian IRNA C Rawat Anak yang tidak mengetahui ruang itu belum selesai dikerjakan. "Harusnya memang belum digunakan. Tapi karena mereka tidak tahu, mereka menempatkan pasien di ruang tersebut," ujarnya.

Namun keterangan Kabag TU RSUD Kota Dumai ini memang cukup mencurigakan. Pasalnya pada Jumat (28/11) pekan lalu, Wali Kota Dumai Zulkifli As datang ke ruang yang sama untuk menjenguk pasien DBD. Saat itu ruang tersebut tampak sudah selesai di kerjakan bahkan beberapa pasien sedang di rawat di ruang tersebut.

Kabid Keperawatan RSUD Dumai, Irfan mengungkapkan, pihak RSUD pada November ini memang banyak mendapatkan pasien kasus DBD, ada sebanyak 239 Kasus. 

Ia menambahkan, dengan tingginya angka DBD yang harus Dirawat di RSUD, pihaknya juga harus menyedikan kamar tambahan dengan menggunakan kamar perawat untuk sementara, pasalnya kapasitas rawat inap anak hanya berkapasitas 32 pasien.  "Itu kamar tambahan untuk pasien’ DBD," tutupnya.(hsb)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Fajar Fikri Juara Denmark Open 2026 Usai Libas Aaron Soh

Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sukses menjuarai Denmark Open 2026 usai mengalahkan pasangan…

14 jam ago

Bawa Lari 12 Ekor Sapi Kurban senilai Rp195 Juta, “Adi Black” Ditangkap Polsek Rumbai

Polsek Rumbai menangkap seorang pria berinisial SK alias Adi Black akibat mengelapkan 12 ekor sapi…

14 jam ago

Marak Pasangan Mesum di Penginapan, Anggota DPRD Pekanbaru Minta Pemko Cek Izin THM dan Hotel

Anggota DPRD Pekanbaru Muhammad Sabarudi meminta Pemko Pekanbaru tidak sekadar menggelar razia pekat, tetapi juga…

15 jam ago

Sempat Kirim Pesan Pamit, Perempuan Muda di Meranti Ditemukan Meninggal di Perairan Tanjung Kedabu

Suleha Rindiyani (22), warga Desa Tanjung Kedabu, Kepulauan Meranti, ditemukan meninggal dunia di perairan setempat…

15 jam ago

Rektor Prof Sri Indarti Kukuhkan Lima Guru Besar Universitas Riau dari Berbagai Keilmuan

Universitas Riau resmi mengukuhkan lima guru besar baru dari berbagai disiplin ilmu, meningkatkan jumlah total…

15 jam ago

Dishub Pekanbaru Jaring 47 Truk Tonase Besar Pelanggar Lalu Lintas

Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru bersama tim gabungan menjaring 47 truk tonase besar yang melanggar aturan…

15 jam ago