DUMAI (RIAUPOS.CO) — Warga Kota Dumai yang melintas di Jalan Hasanuddin tepatnya di persimpangan Jalan Rambutan, Kecamatan Dumai Kota, mengeluhkan jalan rusak dan berlubang. Kondisi itu membuat lokasi itu rawan kecelakaan.
Karena kondisi tersebut, masyarakat yang melintas harus lebih berhati-hati. Dinda, seorang pengguna jalan yang acap kali melintas di jalan tersebut menilai, kondisi itu sudah sangat membahayakan penggendara bila tidak berhati hati.
"Jalan yang berlubang itu semakin parah rusaknya. Meski sudah ditutup warga dengan ban mobil, tetapi tetap saja dinilai berbahaya. Apalagi saat musim hujan." ujarnya
Jika sudah musim hujan dan banjir rob, jalan berlubang itu tertutup oleh air. Sehingga mengecoh pengendara yang melintas. Alhasil, tak jarang penggendra terkejut dan nyaris terjatuh. "Mudah-mudahan segera diperbaiki," tuturnya.
Warga lainnya, Imran, juga mengungkapkan hal yang sama."Kami juga tak mengerti kinerja pemerintah ini. Kadang jalan diperbaiki, namun, air pembuangan dari jalan tak diperbaiki. Sehingga terjadi genangan air. Pada akhirnya membuat badan jalan rusak lagi," tuturnya.
Ia berharap, pemerintah segera melakukan perbaikan agar tidak ada korban di jalan itu lagi. "Jangan sampai ada yang kecelakaan baru jadi perhatian," sebutnya.
Menanggapi itu, Pelankasana tugas (Plt)Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Dumai, Zulkarnain mengatakan, pihaknya sudah mendapat laporan. Bahkan, beberapa bulan yang lalu, jalan sudah sempat ditambal sulam. Namun, karena memang di titik tersebut sering tergenang air pasang laut, membuat jalan cepat rusak. "Kami akan segera perbaiki. Mudah-mudahan, anggaran untuk tambal sulam masih ada. Sehingga bisa cepat diperbaiki," tutupnya.(hsb)
Wako Pekanbaru Agung Nugroho meluncurkan logo HUT ke-242 Kota Pekanbaru dan melepas uji coba bus…
Bupati Siak Afni Z mengukuhkan 368 petugas Sensus Ekonomi 2026 dan menegaskan pentingnya integritas serta…
Karhutla kembali terjadi di Pulau Rupat, Bengkalis. Petugas gabungan dan dua helikopter water bombing terus…
Saksi mahkota Dani Nursalam mengaku melaporkan penerimaan dana Rp1 miliar dari Arief Setiawan kepada Abdul…
Korban dugaan penyerangan terhadap pekerja PT SBP bertambah menjadi tiga orang yang dirujuk ke Pekanbaru,…
Kejagung menetapkan tiga mantan pimpinan BGN sebagai tersangka dugaan korupsi Program MBG dan langsung melakukan…