Categories: Nasional

Jalan Disekat, Rezeki Terhambat

Jalan tutup, harus memutar, membuat banyak masyarakat juga putar otak untuk mencari jalan hidup. Di antaranya para driver ojek online (ojol). Driver ojol mengeluhkan benar dampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 ini. Jalan disekat menyebabkan rezeki mereka juga terhambat. Akankah penutupan jalan terus terjadi sehingga rezeki mereka juga terus tertutup? Tidak adakah jalan lain?

Laporan ELVY CHANDRA, Pekanbaru

SEORANG pengemudi ojol, Hendri (30) mengungkapkan, adanya perpanjangan PPKM level 4 hingga 6 September membuatnya terpukul. Penumpang harian semakin sepi. Pendapatannya mengalami penurunan yang sangat besar.

"Ya, yang jelas pasti sangat berkurang penumpang. Dengan adanya perpanjangan PPKM ini, pelanggan motor jadi semakin sepi. Tidak ada orderanlah. Pada di rumah semua. Ini (pandemi, red) tuh semuanya pasti susahlah,” kata Hendri.

Dia menuturkan, dibandingkan dengan sebelum adanya PPKM level 4, pelanggan hariannya terbilang cukup ramai. Dia bisa menghasilkan pendapatan lumayan. Bisa dapat Rp200 ribu sehari. Tapi, saat PPKM 4 kadang-kadang dapat Rp100 ribu. Kadang bisa Rp50 ribu.  

"Kalau pas PPKM gini lebih sepi dan menjadi susah dan jauh banget,” ungkapnya.

Apalagi diakuinya, dirinya hanya mengandalkan ojol ini saja, dan tidak punya pekerjaan lain. Pasalnya, mencari pekerjaan lain sangat susah. Disinggung soal banyaknya jalan yang disekat, Hendri mengakui dirinya harus mencari jalan lain untuk mencapai tujuan. Jalan jadi tambah panjang yang harus dilalui. Padahal tarif tak berubah sesuai dengan aplikasi yang tertera. Tidak boleh meminta lebih kepada pelanggan karena jalur yang dipakai lebih panjang dan memutar. Hal ini tentu membuat pengeluaran bertambah banyak.

"Minyak yang biasa sehari Rp25 ribu, sekarang bisa Rp45 ribu sehari. Bertambah biayanya kan. Jadi kalau dihitung dapatnya sedikit. Namun, begitu saya harus bersyukur karena segitu yang dapat," ujar Hendri yang tinggal di Panam tersebut.

Oleh karena itu dirinya berharap penyekatan ini segera selesai dan berjalan seperti biasa. Sehingga aktivitas bisa berjalan dengan lancar. Jika pun ada aturan lainnya, cukup protokol kesehatan yang diperketat, tidak menyekat jalan.

"Ya, saya berharap PPKM level 4 ini cepat selesai, biar aktivitas berjalan normal kembali, " katanya.

Hendri meminta ojol diberi keringanan untuk melewati jalan yang disekat. Hal ini mungkin saja sangat membantu memperlancar penumpang atau orderan yang dipesan. Sehingga bisa menghemat pengeluaran bahan bakar. Karena dengan begitu, pendapatan bisa bertambah walau naik sedikit.

"Saya berharap semoga PPKM level 4 ini tidak dilanjutkan lagi. Sehingga omzet kami bisa naik lagi. Tapi, tentu saja untuk menuju ke sana, saya berharap masyarakat harus patuh dengan peraturan yang dibuat pemerintah dengan mengikuti protokol kesehatan. Karena dengan begitu, saya optimis Covid-19 bisa diatasi dengan baik," ujarnya lagi.

Hal senada juga diucapkan Arif (22) ojol Gojek. Disebutkan Arif, akibat PPKM level 4 ini omzetnya menurun. Sehari yang seharusnya bisa Rp200 ribu, namun sekarang bisa dapat Rp100 hingga Rp150 ribu.

"Tentunya dengan pendapatan yang menurun ini tentu saja sangat merugikan kami. Di mana keperluan hidup sangat besar sehari-hari. Sementara bantuan dari pihak lain tidak ada," katanya.

Arif yang mengaku mangkal di sekitaran Jalan Imam Munandar itu menjelaskan, dirinya hanya mengandalkan penghasilan dari ojol ini saja, karena tidak mempunyai pekerjaan lainnya. "Saya hanya fokus pada ojol ini saja dan tak ada pekerjaan lainnya," ujarnya.

Sementara untuk mengantar penumpang atau pesanan, dia harus pintar-pintar mencari jalan alternatif agar bisa sampat ke tujuan. Kalau tidak, minyak bisa banyak habis. Dia biasanya mencari jalan alternatif atau jalan tikus. Tapi, jalan tersebut juga ramai. Mungkin masyarakat sudah banyak mengetahuinya juga. Beberapa jalan alternatif di seputar Jalan Sudirman yang ditutup memang padat merayap. Nyaris semuanya. Kendati PPKM, dan jalan disekat, tapi perkantoran tetap belum konsisten menerapkan kerja dari rumah atau work from home (WFH). Jadi jalanan tetap ramai.

Selain itu Arif, berharap semoga pandemi Covid-19 cepat berlalu dan aktivitas bisa berjalan normal lagi biar mudah. Sehingga semua masyarakat diuntungkan.

"Saya berharap semoga pandemi Covid-19 cepat berlalu. Tentu saja masyarakat harus menaati protokol kesehatan 5M yang diterapkan pemerintah. Karena dengan cara begitu, aktivitas bisa dilakukan seperti sedia kala," katanya lagi.***

 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

HUT ke-242 Pekanbaru, Wako Agung Luncurkan Logo dan Uji Coba Bus Listrik

Wako Pekanbaru Agung Nugroho meluncurkan logo HUT ke-242 Kota Pekanbaru dan melepas uji coba bus…

12 jam ago

68 Petugas Sensus Ekonomi Siak Resmi Dikukuhkan, Bupati Afni Tekankan Integritas dan Kejujuran

Bupati Siak Afni Z mengukuhkan 368 petugas Sensus Ekonomi 2026 dan menegaskan pentingnya integritas serta…

13 jam ago

Karhutla Kembali Mengganas di Rupat, Dua Helikopter Water Bombing Diterjunkan

Karhutla kembali terjadi di Pulau Rupat, Bengkalis. Petugas gabungan dan dua helikopter water bombing terus…

13 jam ago

Sidang Korupsi Abdul Wahid, Saksi Sebut Dana Rp1 Miliar Dilaporkan Langsung ke Gubernur

Saksi mahkota Dani Nursalam mengaku melaporkan penerimaan dana Rp1 miliar dari Arief Setiawan kepada Abdul…

1 hari ago

Kasus Penyerangan Pekerja PT SBP, Korban Bertambah dan Pelaku Belum Ditangkap

Korban dugaan penyerangan terhadap pekerja PT SBP bertambah menjadi tiga orang yang dirujuk ke Pekanbaru,…

2 hari ago

Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi MBG, Eks Kepala BGN dan Dua Wakilnya Ditahan

Kejagung menetapkan tiga mantan pimpinan BGN sebagai tersangka dugaan korupsi Program MBG dan langsung melakukan…

2 hari ago