Categories: Nasional

Dosen Unri Sosialisasi Pemanfaatan Lidi Sawit Jadi Produk Bernilai Ekonomis

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Salah satu aktivitas Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus dilakukan dosen adalah program kegiatan kepada masyarakat. Kegiatan yang dilakukan terkait bagaimana dosen ikut serta berpatisipasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat misalnya melalui aktivitas-aktivitas mengolah bahan-bahan, barang-barang yang kurang bernilai guna dan ekonomis menjadi sebuah produk yang lebih bernilai ekonomis.

Penyosialisasian pemanfaatan lidi kelapa sawit dilakukan di Desa Sirih, Kecamatan Singingi, di Kabupaten Kuantan Singigi ini ditaja oleh dosen-dosen Universitas Riau, dalam rangka kegiatan pengabdian dalam bentuk program Pengabdian Desa Binaan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Riau.

Kegiatan ini dilakukan beberapa hari yang lalu di hadapan 40-an ibu-ibu kader PKK Desa Sei Sirih, Kecamatan Singingi, Kuantan Singingi, yang juga dihadiri oleh mahasiswa KKN Universitas Riau yang ditempatkan di desa ini. Seluruh peserta antusias dan menyimak semua yang dipaparkan Ketua Kelompok Pengabdian kepada Masyarakat, Dr R Lestari Garnasih SE MM.

"Kami sangat senang dengan adanya kegiatan ini, kami memperoleh pengetahuan baru terkait pengolahan lidi kelapa sawit, dan harapannya apa yang nanti dihasilkan oleh ibu-ibu di sini akan memberi penghasilan tambahan bagi rumah tangga masing-masing," harap Ketua Tim Penggerak PKK Desa Sei Sirih, Kecamatan Singingi, Zukafatus Sholekhah.

Selama ini limbah kelapa sawit yakni lidi sawit, sangat banyak dihasilkan di daerah ini. Lidi tersebut dibiarkan begitu saja serta dibuang percuma. Melihat kondisi ini kegiatan pensosilalisasian dilakukan untuk mengedukasi masyarakat bahwa lidi kelapa sawitpun jika diolah dengan baik dan bernilai estetika, dapat menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomis.

"Kami memberi peluang kepada ibu-ibu di sini untuk memiliki kemampuan dan terampil untuk mengolah lidi kelapa sawit, sehingga mereka memiliki penghasilan tambahan bagi kehidupan rumah tangga mereka, mengingat selama ini harga kelapa sawit mengalami fluktuatif dan kondisi ini tentunya akan berdampak pada kesejahteraan keluarga dan masyarakat, untuk itu dibuthkan penghasilan sampingan," kata Dr R Lestari Garnasih SE MM.

Kegiatan ini tidak hanya sampai disini, aktivitas selanjutnya adalah melatih ibu-ibu memiliki keterampilan dalam mengolah lidi sawit, yang akan dilatih oleh instruktur yang mumpuni dalam menghasilkan produk anyaman yang cantik, berkualitas dan bernilai ekonomis. Aspek manajemen pun nanti akan diberikan yakni aspek pemasaran, keuangan sederhana , dan motivasi.(mar/ifr)

Editor: Arif Oktafian

 

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Dosen Unilak Bekali Siswa SMKN 1 Kandis Jurus Branding Digital dan Hitung Harga Jual

Dosen Unilak membekali siswa SMKN 1 Kandis dengan kemampuan digital branding dan menghitung HPP untuk…

16 jam ago

Air Sungai Singingi Kembali Keruh, PETI Diduga Jadi Penyebab

Air Sungai Singingi kembali keruh setelah PETI diduga beraksi. Warga meminta aparat meningkatkan razia demi…

16 jam ago

Tempuh 192 Km Selama 22 Jam, Goweser Paliko Siap Meriahkan Gowes Merdeka 2026

Tempuh 192 km selama 22 jam, tiga Goweser Paliko dari Payakumbuh dan Limapuluh Kota hadir…

16 jam ago

Gowes Merdeka 2026 Dimulai, 1.500 Peserta Taklukkan Rute 17 Km di Pekanbaru

Sebanyak 1.500 peserta meramaikan Gowes Merdeka 2026 di Pekanbaru dengan menempuh rute 17 kilometer hingga…

16 jam ago

Kasus Suap Jabatan Kuansing Naik ke Penuntutan, Dua Tersangka Segera Disidang

KPK menyerahkan Zulkarnain dan Ardiles ke jaksa dalam kasus suap jabatan Kuansing. Penyidikan masih dikembangkan…

3 hari ago

Dihadiri 5.133 Mahasiswa Baru, PBAK UIN Suska Riau Tekankan Kepemimpinan Muda

Sebanyak 5.133 mahasiswa baru UIN Suska Riau mengikuti PBAK 2026 dengan pembekalan kepemimpinan, karakter, integritas…

3 hari ago