Categories: Nasional

Cina Sebut Perang Lawan Covid-19 Masih Berat

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pemerintah Cina mendistribusikan kepada dunia untuk berbagi pengalaman dalam memerangi pandemi Covid-19. Cina tentu lebih dulu menang karena wabah itu memang pertama kali ditemukan di Wuhan, Cina.

Duta Besar Cina Untuk Indonesia Xiao Qian, mengklaim sejak awal negaranya mengidentifikasi patogen virus itu dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

"Sejak 3 Januari Cina mulai menyediakan pembaruan informasi wabah secara teratur kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan negara serta wilayah relevan," katanya, Selasa (5/5).

Hingga akhir April, para pakar medis Cina mengadakan 83 konferensi video dengan rekan-rekan mereka dari 153 negara, termasuk Indonesia, dengan fokus pada cara mengatasi dan mengalahkan virus secara efektif. Cina telah mengirim 149 orang ahli medis dalam 15 tim ke 16 negara, yaitu Iran, Irak, Italia, Serbia, Komboja, dan lainnya.

Pemerintah Cina dan lembaga non-pemerintah sedang mengirimkan bantuan peralatan medis yang sangat dibutuhkan kepada 150 lebih negara dan organisasi internasional. Cina memanfaatkan kelebihan kapasitas produksi dengan sebaik-baiknya, dan secara tepat waktu membuka kembali pasar dan saluran ekspor pasokan medis.

"Hingga saat ini, lebih dari 60 negara, wilayah, dan organisasi internasional telah menandangtangani kontrak pengadaan komersial untuk persediaan medis dengan para eksportir Cina," papar Xiao Qian.

Dia menyebut bahwa tugas dunia dalam perang melawan Covid-19 masih berat. "Tugas memerangi pandemi di Cina masih berat. Kami masih memberikan bantuan kepada negara lain dan secara aktif terlibat dalam kerja sama internasional," katanya.

Dia menegaskan Cina siap bekerja sama dengan Indonesia dan masyarakat internasional dalam menghadapi tantangan, memperkuat solidaritas dan koordinasi, bergandengan tangan dalam memenangkan perang global melawan pandemi Covid-19. Meski kini Cina sudah berhasil pulih, tantangan tetap ada dalam melawan gelombang kedua virus.

"Saat ini tatanan ekonomi dan sosial Cina telah dipulihkan dengan semakin cepat. Pencapaian Cina ini pengalaman penting bagi negara seluruh dunia untuk memenangkan perang global melawan pandemi. Pada saat yang sama, Cina masih menghadapi risiko gelombang kedua Covid-19 ketika kasus impor semakin meningkat. Kami melakukan segala upaya untuk mengkonsolidasikan situasi pencegahan dan pengendalian wabah di dalam negeri. Kami yakin bisa menang," tutupnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Pastikan UMK 2026 Dipatuhi, Pemko Pekanbaru Sidak Hotel dan Rumah Sakit

Disnaker Pekanbaru memperketat pengawasan UMK 2026 dengan menyidak hotel dan rumah sakit untuk memastikan gaji…

23 jam ago

Jelang Riau Pos Fun Bike 2026, Peserta Perorangan Tunjukkan Antusiasme Tinggi

Menjelang Riau Pos Fun Bike 2026, antusiasme peserta perorangan terus meningkat. Iven gowes massal ini…

23 jam ago

Tersedak Paku Masuk ke Paru-Paru, RSUD Arifin Achmad Tangani Tanpa Operasi

RSUD Arifin Achmad berhasil menangani kasus langka pasien tersedak paku hingga ke paru-paru tanpa operasi…

24 jam ago

Polisi Bongkar Dugaan TPPO di Bengkalis, 12 Orang Diamankan

Polres Bengkalis menggerebek rumah di Bandar Laksamana yang diduga jadi penampungan PMI ilegal. Empat terduga…

24 jam ago

Belajar Jadi Jurnalis, Puluhan Siswa SMP Global Andalan Kunjungi Redaksi Riau Pos

Puluhan siswa SMP Global Andalan mengikuti outing class ke Riau Pos untuk belajar jurnalistik, mengenal…

1 hari ago

Wali Kota Turun Langsung, New Paragon KTV Disegel Usai Video Viral

Pemko Pekanbaru menyegel New Paragon KTV usai viral video pesta waria. Pemeriksaan masih berlangsung, izin…

2 hari ago