Categories: Nasional

Mau Sehatkan Gula Darah dan Kolesterol, Ganti Nasi dengan Kentang

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Nasi adalah karbohidrat paling tinggi gulanya atau Glikemik Indeks sehingga memacu kadar gula darah (glukosa) lebih tinggi. Cobalah mengganti nasi dengan kentang yang dinilai bisa efektif.

Dilansir dari Today, Junat (6/3), makan satu kentang ukuran sedang sehari dapat menjadi bagian dari diet sehat dan tidak meningkatkan risiko kardiometabolik. Bahkan baik untuk diabetes, penyakit jantung atau stroke. Asalkan selama kentang direbus, dikukus atau dipanggang, dan disiapkan tanpa menambahkan terlalu banyak garam atau lemak jenuh.

Fakta itu diungkap dalam sebuah studi oleh para ahli gizi di The Pennsylvania State University. Mengonsumsi kentang yang tidak digoreng juga membuat asupan kalium dan serat yang lebih tinggi dibandingkan dengan makan nasi putih, roti putih atau pasta. Penelitian itu juga dipublikasikan bulan lalu di British Journal of Nutrition.

“Tentu saja memakan keripik atau kentang goreng harus dihilangkan, tetapi ada cara sehat untuk menyiapkan kentang,” kata Ahli Gizi di Penn State, Emily Johnston.

“Kami tidak ingin orang-orang takut pada kentang, tapi bisa dikonsumsi dengan cara yang sehat dan dalam ukuran porsi yang terkontrol,” tambahnya.

Untuk penelitian tersebut, para peneliti mengamati efek makan kentang setiap hari, dibandingkan dengan mengonsumsi jumlah kalori yang sama pada nasi atau roti. Ada 50 responden orang dewasa yang sehat, dengan diukur tekanan darah, kolesterol, dan gula darahnya sebelumnya.

Lalu para peserta makan sebanyak 200 kalori kentang dikonsumsi dengan cara mengolah yang baik. Responden makan dengan cara ini setiap hari selama empat minggu.

Hasilnya, asupan kalium dan serat dari para peserta secara signifikan lebih tinggi ketika mereka makan kentang, dibandingkan dengan mereka yang makan nasi atau roti. Kualitas makanan mereka juga lebih tinggi, didorong oleh asupan sayuran yang lebih tinggi.

Tidak ada bukti bahwa makan kentang meningkatkan kadar glukosa puasa, kolesterol, atau insulin. Tidak ada konsekuensi kardiometabolik yang merugikan. Bahkan, kentang adalah sumber yang kaya akan kalium, yang penting untuk pengaturan tekanan darah dan gula darah.

Cara paling sehat untuk makan kentang yakni,

1. Jadikan kentang sebagai lauk yang sebanyak seperempat dari seluruh piring Anda.

2. Berhati-hatilah dengan ukuran porsi. Satu kentang berukuran sedang akan lebih baik. Jika ukuran besar, potong setengahnya.

3. Tetaplah memasaknya dengan cara memanggang atau mengukus. Menggoreng kentang tidak baik.

4. Jangan tambahkan dengan mentega, krim asam, keju atau potongan daging.

 

Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Ketua DPRD Kuansing Diperiksa KPK Selama 12 Jam, Kuasa Hukum Beberkan Materi Pemeriksaan

Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…

28 menit ago

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Uraikan Dugaan Aliran Uang Rp2,4 Miliar

Jaksa KPK menuntut Abdul Wahid 8 tahun 6 bulan penjara dan mengungkap lima dasar tuntutan…

33 menit ago

Bupati Meranti Ingatkan Pilkades 2026 Jangan Sampai Picu Perpecahan

Bupati Kepulauan Meranti mengajak masyarakat menjaga persatuan saat Pilkades 2026 dan menyiapkan hadiah umrah bagi…

43 menit ago

Nelayan Korban Serangan Buaya di Rokan Hilir Meninggal Setelah Dirawat Intensif

Nelayan korban serangan buaya di Sungai Rokan meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif. Korban…

50 menit ago

Tiga PKS di Rohul Masih Beli TBS Sawit di Bawah Harga Provinsi, Petani Diminta Lebih Selektif

Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…

1 hari ago

Pelabuhan Penumpang Dumai Resmi Jadi Kawasan Non Tunai, Pembayaran ke Malaysia Kini Bisa Pakai QRIS

Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…

1 hari ago