netanyahu-minta-kebal-hukum
TEL AVIV (RIAUPOS.CO) — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meminta imunitas terhadap kasus yang dihadapinya kepada parlemen. Hal tersebut merupakan manuver pertama dari pemimpin Israel terlama itu setelah menang pemilihan Partai Likud.
Netanyahu meminta semua masalah hukumnya ditunda hingga pemilu 2 Maret nanti. Dengan begitu, dia bisa fokus berkampanye. "Permintaan ini sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Pada akhirnya, semua ini untuk masa depan Israel," ungkap pria berusia 70 tahun itu.
Permintaan tersebut langsung dikritik sang rival Benny Gantz. Ketua Partai Blue and White itu menyebut Netanyahu sebagai politikus yang licik. Dia pun berjanji mengerahkan segala tenaga agar permintaan tersebut bisa ditolak.
"Tak ada seorang pun yang berada di atas hukum. Netanyahu pun tahu kalau dia bersalah," tegas Gantz. November lalu Netanyahu didakwa jaksa agung dengan tuduhan penyuapan, penipuan, dan penyalahgunaan wewenang dalam tiga kasus korupsi.(bil/c10/sof)
Seorang pemuda di Siak tega bunuh nenek kandung usai salat Magrib. Pelaku ditangkap di hotel…
PMI Rohul dan OPD teken MoU untuk jaga stok darah RSUD. Targetkan 3.000 kantong per…
Pemkab Rohul usulkan 120 formasi CPNS 2026 ke Kemenpan RB. Tenaga kesehatan jadi prioritas untuk…
Kematian 30 ton ikan di Sungai Tapung disorot DPRD Kampar. Dugaan pencemaran diselidiki, hasil uji…
Suzuki hadirkan promo service “Back to Work” pascamudik dengan harga mulai Rp400 ribuan, berlaku hingga…
Kasus DBD di Bangko capai 38 orang, satu warga meninggal dunia. Petugas minta masyarakat tingkatkan…