Personel kepolisian dari Polsek Batam Kota dan Polresta Barelang melakukan penjagaan di pintu gerbang Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, menyusul kericuhan antara driver taksi konvesional dan taksi online, Selasa (3/12/2019). (CECEP MULYANA/JAWAPOS.CO.OD)
BATAM (RIAUPOS.CO) — Kericuhan antara supir taksi online dengan konvensional di Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, menjadi tontonan warga dan wisatawan yang baru tiba di pelabuhan itu.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, Ardiwinata, menyayangkan keributan di objek vital itu. Menurutnya, persoalan ini harus segera didudukkan karena dianggap mengganggu kenyamanan dan iklim pariwasata Batam.
"Pariwisata tentu cukup terganggu dengan konflik ini. Baiknya segera didudukkan lagi," ujar Ardi saat dikonfirmasi, kemarin.
Dalam konsep kepariwisataan, menurut dia, transportasi merupakan salah satu fasilitas penunjang aktivitas wisata.
"Transportasi itu dalam konsep kepariwisataan adalah amenity. Menjadi daya dukung, semacam hotel, rumah sakit, shopping mall, restoran, dan lain sebagainya. Jadi, memang regulasi transportasi ini harus jelas agar tak mengganggu," terangnya.
Terkait jumlah wisatawan yang berkunjung ke Batam, kata Ardi, menyebutkan hingga Oktober mencapai 1,5 juta orang dari target 2,1 juta wisatawan.
Sumber : Batampos.co.id
Editor : Rinaldi
Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…
Jaksa KPK menuntut Abdul Wahid 8 tahun 6 bulan penjara dan mengungkap lima dasar tuntutan…
Bupati Kepulauan Meranti mengajak masyarakat menjaga persatuan saat Pilkades 2026 dan menyiapkan hadiah umrah bagi…
Nelayan korban serangan buaya di Sungai Rokan meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif. Korban…
Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…
Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…