Categories: Nasional

Kata Ahli, Jika Susu Steril Langka, Bisa Ganti Telur Rebus Loh!

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Ketersediaan susu steril kemasan kaleng di sejumlah tempat terpantau kosong. Pedagang mengaku pasokan yang tersendat dan aksi beli yang tinggi membuat barang itu tampak kosong di rak penjualan.

Ahli gizi Universitas Airlangga (Unair) Sri Adiningsih pun menyebut masih banyak alternatif sumber gizi yang memiliki peran sama seperti susu steril. Pasar tradisional, minimarket, dan supermarket kebanjiran konsumen yang mencari produk susu steril kemasan kaleng. Hal itu terjadi sejak dua pekan lalu. Aksi borong terjadi. Pedagang mengaku para pembeli menyetok minuman tersebut untuk dikonsumsi di rumah.

Salah seorang kepala minimarket di kawasan Jalan Ir Soekarno Reza Febrian mengatakan, banyak konsumen yang membeli susu steril dalam jumlah banyak. Bahkan langsung memborong satu karton. Permintaan itu terjadi sejak lebih dari sepekan lalu.

’’Mereka cerita cari di tempat lain susah. Kami pun tidak bisa membatasi pembelian karena ada stok. Banyak yang digunakan untuk konsumsi sendiri,” katanya.

Hal yang sama tampak di agen-agen minuman dan snack di kawasan Pucang Anom. Pesanan terus datang, tetapi supplier menyebut barang masih kosong. Pedagang pun terpaksa menolak permintaan pembeli.

“Padahal, pandemi yang lalu-lalu tidak pernah seperti ini, baru kali ini kejadian sampai stok kosong,” ucap Dwi Artika, salah seorang pedagang.

Ahli Gizi Unair Sri Adiningsih melihat itu karena masyarakat membutuhkan sumber protein dan gizi yang praktis. Biasanya saat sakit, orang akan malas makan. Susu menggantikan peran tersebut.

Dia mengatakan, sebenarnya masyarakat tidak perlu terpaku pada satu jenis susu untuk memperoleh manfaat sumber protein tersebut. Pilihlah susu full cream, apa pun mereknya. Bisa juga yang berbentuk bubuk. Kalau ada yang berlangganan susu segar, itu juga bisa menjadi alternatif yang bagus.

“Yang paling penting di sini jangan ikut panik. Kalau ada susu yang full cream ambil saja, sama saja. Yang penting, jangan yang low fat. Apalagi susu kental manis (SKM),” ujar dosen program studi gizi fakultas kesehatan masyarakat (FKM) tersebut.

“Paling praktis adalah telur rebus. Itu bisa memberikan gizi dan protein lebih pada tubuh dan gampang didapat. Dengan asupan ini, tubuh memiliki kekuatan lebih untuk meningkatkan kekebalan,” katanya.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Tiga PKS di Rohul Masih Beli TBS Sawit di Bawah Harga Provinsi, Petani Diminta Lebih Selektif

Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…

22 jam ago

Pelabuhan Penumpang Dumai Resmi Jadi Kawasan Non Tunai, Pembayaran ke Malaysia Kini Bisa Pakai QRIS

Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…

22 jam ago

Sempat Disembunyikan, Toyota Land Cruiser Bupati Kuansing Akhirnya Tiba di Rupbasan KPK

Toyota Land Cruiser 300 GR-S yang diduga terkait kasus suap Bupati Kuansing tiba di Rupbasan…

22 jam ago

Kasus Dugaan Pimpinan Ponpes dan Santri di Kuansing Berakhir Damai, Polisi Tetap Lakukan Pendalaman

Kasus dugaan pimpinan ponpes menjalin hubungan dengan santri hingga memiliki anak menghebohkan Kuansing. Polisi menyebut…

23 jam ago

Diduga Sopir Microsleep, Bus Tabrak Truk di Tol Pekanbaru-Dumai, 2 Tewas

Diduga akibat microsleep, Bus Pelangi menabrak truk tronton di Tol Pekanbaru-Dumai. Dua penumpang tewas, 16…

2 hari ago

KM Gading 2 Tenggelam di Perairan Tanjung Buton, 3 Tewas dan 1 Masih Hilang

Tiga orang meninggal dunia, satu hilang, dan tiga selamat setelah KM Gading 2 tenggelam di…

2 hari ago