Categories: Nasional

Jokowi Tegaskan Indonesia Tolak Sampah dari Luar Negeri

BANGKOK (RIAUPOS.CO) — Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengusulkan kerja sama penanganan limbah B3 dan sampah plastik ketika berbicara di KTT ke-14 Asia Timur, di Impact Exhibition and Convention Center, Bangkok, Thailand, Senin (4/11).

Menurut Jokowi, beberapa waktu terakhir ini, sejumlah negara ASEAN menerima limbah berbahaya dan beracun dari beberapa negara termasuk di kawasan Asia Timur.

“Tentunya kita semua tidak ingin kawasan Asia Tenggara, menjadi tempat pembuangan limbah bahan berbahaya dan beracun,” ucap Jokowi, sembari menegaskan bahwa hal itu melanggar aturan internasional mengenai limbah plastik dan limbah beracun berbahaya.

Oleh karena itu, Presiden ketujuh RI tersebut menyampaikan dua usulan selain kerja sama penanganan limbah B3 dan sampah plastik, yaitu infrastruktur dan konektivitas di Indo-Pasifik.

Dia juga menjelaskan bahwa Indonesia telah mengambil langkah pemberitahuan melalui masing-masing Kedutaan Besar dan telah melakukan pengiriman kembali kontainer-kontainer berisi limbah tersebut ke pelabuhan asal pengiriman.

"Law enforcement juga kami lakukan bagi pihak yang terlibat di dalam negeri," tegasnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyampaikan bahwa Indonesia mengharapkan kerja sama negara di dunia, termasuk di kawasan Asia Timur, untuk pencegahan pengiriman ilegal limbah B3 sesuai dengan kesepakatan internasional.

Selain limbah B3, kawasan Asia Timur juga menghadapi tantangan sampah plastik laut. Jika tidak diatasi segera, hal itu akan merusak ekosistem laut di kawasan Indo-Pasifik.

Untuk itu, Indonesia saat ini sedang menjalankan strategi nasional untuk menangani sampah laut, dari hulu ke hilir.

“Saya optimistis Indonesia bisa mencapai target pengurangan sampah laut hingga 70% di tahun 2025. Saya berpandangan negara EAS harus dapat mendorong gerakan global anti-sampah plastik,” tuturnya.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang turut hadir pada KTT tersebut menyampaikan, berdasarkan data bea cukai Indonesia, jumlah kontainer sampah yang diterima di Indonesia hingga saat ini sebanyak 2.194 kontainer hingga Oktober 2019.

“Pihak Bea dan Cukai dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sudah melakukan pemeriksaan terhadap 882 kontainer, dan 374 kontainer sudah dikembalikan ke negara asalnya,” tambah Retno.(fat/jpnn)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Siap Rebut Trofi Kemenangan, SMA Kalam Kudus Pekanbaru Sambut Roadshow Honda DBL 2026

Tim roadshow Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau hadir menyapa para pelajar SMA…

7 jam ago

Jembatan Sarang Elang Kecil di Batang Peranap Roboh, Dinas PUPRPKP Inhu Cari Solusi Penanganan

Dinas PUPRPKP Kabupaten Indragiri Hulu mencari solusi anggaran senilai Rp500 juta usai Jembatan Sarang Elang…

7 jam ago

Pameran Budaya Internasional 2026 UIN Suska Riau Suguhkan Roti Canai Hingga Teh Tarik Khas Malaysia

Konsulat Malaysia di Pekanbaru menggelar Pameran Kebudayaan Internasional 2026 di UIN Suska Riau dengan menyuguhkan…

7 jam ago

Pelebaran Jalan HR Soebrantas Ditargetkan Selesai Desember 2026, Sisi Depan Unri Jadi 16 Meter

Pemprov Riau melalui Dinas PUPR-PKPP mulai melebarkan Jalan HR Soebrantas dan Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru…

7 jam ago

Batal Diusulkan di Desa Wonosari, Dinsos Bengkalis Cari Lokasi Alternatif Pembangunan Sekolah Rakyat

Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkalis terkendala setelah lahan usulan di Desa Wonosari ditolak Kemensos…

1 hari ago

Modus Investasi Pengangkutan Batu Bara, Pria Berinisial S Ditangkap Polresta Pekanbaru

Satreskrim Polresta Pekanbaru menetapkan pria berinisial S sebagai tersangka penipuan investasi proyek pengangkutan batu bara…

1 hari ago