Categories: Nasional

Warga Tolak Bekas Bioskop Jadi Tempat Maksiat

PAYAKUMBUH (RIAUPOS.CO) — Warga Kelurahan Nunang Daya Bangun, Kota Payakumbuh, menggelar aksi penolakan dengan keras dugaan akan dijadikannya bekas gedung Bioskop Karya, sebagai tempat hiburan malam seperti karaoke atau cafe.

Warga yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat seperti pemuda, tokoh agama dan tokoh masyarakat memasang spanduk bertuliskan menolakan dijadikannya eks gadung Bioskop Karya yang dibangun pada zaman penjajah itu dijadikan kafe atau tempat karaoke.

 

Ketua Karang Taruna Kelurahan Nunang Daya Bangun Dedi Hendri kepada wartawan saat melakukan aksi penolakan menyebut, aksi yang dilakukan warga merupakan bukti protes warga terkait berkembangnya isu dan wacana bahwa bekas gedung Bioskop Karya akan disulap jadi tempat hiburan malam dan cafe.

Warga setempat tidak ingin dikotori oleh perbuatan melanggar norma di tengah giatnya warga Payakumbuh menegakkan syariat dan menolak perbuatan maksiat dan penyakit masyarakat.

"Atas nama warga Kelurahan Nunang Daya Bangun menolak pembangunan cafe dan tempat hiburan disini. Sebelum melakukan aksi protes dan penolakan ini warga telah melakukan rapat umum dengan tokoh masyarakat Rabu malam di Masjid Mukhlisin. Masyarakat intinya menolak," sebutnya, Sabtu (2/11).

Dia juga menyebut jika masyarakat menolak memberi izin setelah mengkaji mamfaat dan mudhorat yang ditimbulkan dengan adanya tempat hiburan malam dan cafe di lokasi eks Biskop Karya.

"Hasil keputusan bersama bahwa kami sebagai masyarakat Kelurahan Nunang Daya Bangun Payakumbuh menolak memberi izin. Setelah mengkaji manfaat dan mudharat. Satu yang berbuat salah dalam maksiat, semuanya menanggung amarah Allah," tuturnya tegas.

Warga menyarankan lebih baik lokasi eks Bioskop Karya dijadikan hall atau lapangan futsal dan badminton. Sehingga bisa mendukung program pemerintah. Disamping menyalurkan hobi warga juga terhindar dari perbuatan negatif.
"Kalau ini akan jadi kafe atau tempat karaoke bisa dipastikan banyak pemabuk. Maksiat akan meningkat," sebut pemuda lainnya.

Imam tetap Masjid Mukhlisin Daya Bangun, Ustaz Agus Gunawan sekaligus tokoh agama setempat, menyebut aksi penolakan itu muncul karena isu yang berkembang di tengah masyarakat terkait kegiatan maksiat yang kerap terjadi di tempat karoke tersebut.

"Sebenarnya aksi ini (penolakan) menjaga-jaga. Rabu (30/10) malam, pihak keluarahan, LPM, Karang Taruna, masyarakat dan jamaah Masjid Mukhlisin dan Makmur, semua sepakat untuk menolak pemindahan ke sini. Meskipun itu aset pribadi, tapi kalau berlawanan dengan norma, tentu kita dari masyarakat tidak menyetujuinya. Mohon maklum," sebutnya.(us/rpg)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Tekan Balap Liar dan Knalpot Brong, Polisi Sita 12 Motor di Pekanbaru

Satlantas Polresta Pekanbaru menggelar patroli Blue Light dini hari dan mengamankan 12 sepeda motor pelanggar…

17 jam ago

Inovasi Layanan Umrah, Menang Tour & Travel Launching MMC

PT Butala Menang Abadi meluncurkan Menang Member Card di awal 2026 untuk mempermudah jemaah umrah…

17 jam ago

Baznas Riau Catat Zakat ASN Pemprov Riau Tembus Rp52 Miliar

Baznas Riau mencatat zakat ASN Pemprov Riau tahun 2025 mencapai Rp52,5 miliar dan terus mengoptimalkan…

17 jam ago

Penolakan Relokasi Menguat, Masyarakat Cerenti Tanda Tangani Petisi

Masyarakat Cerenti menggelar aksi damai dan menandatangani petisi menolak rencana relokasi warga TNTN ke Desa…

18 jam ago

Kantin SDN 169 Pekanbaru Terbakar Dini Hari, Damkar Kerahkan 5 Unit

Kantin SDN 169 Pekanbaru terbakar dini hari. Lima unit damkar dikerahkan untuk memadamkan api dan…

18 jam ago

Dermaga Peranggas Meranti Kian Memprihatinkan, DPRD Minta Perhatian Pemerintah

Dermaga Peranggas di Kepulauan Meranti kian memprihatinkan dan dinilai tak layak pakai. DPRD mendesak pemerintah…

19 jam ago