PADANG (RIAUPOS.CO) – Pengurus Cabang Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Sumatra Barat (Sumbar) periode 2020-2025 dilantik pada Sabtu (3/10/2020) secara virtual. Hal ini dilakukan mengikuti protokol pandemi corona (Covid-19).
Pelantikan tersebut dilakukan secara resmi oleh Pengurus Pusat (PP) MSI, Dr Kesumah, kepada Ketua MSI Sumbar, Dr Wannofri Samry M Hum dan pengurus lainnya. Dalam kesempatan tersebut Kesumah berharap MSI Sumbar bisa bekerja dengan baik dalam menjalankan tugas-tugasnya.
Dalam acara tersebut, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan Pemprov Sumbar, Gemala Ranti, membuka kegiatan dan menyampaikan amanat kepala daerah provinsi yang komit dalam mendukung MSI di daerah.
"Peran sejarawan dalam menggali nilai-nilai historis dari lokal atau daerah telah menjadi skala prioritas tersendiri oleh pihak pemerintah daerah, khususnya Pemprov Sumbar," katanya.
Ketua MSI Sumbar, Dr Wannofri Samry, mengucapkan terima kasih kepada PP MSI yang melantik dirinya dan pengurus lainnya, meksi secara virtual.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Dr Kesumah dari Pengurus Pusat MSI yang telah melantik pengurus MSI Sumbar. Semoga kami bisa bekerja dengan baik dalam membantu megedukasi masyarakat tentang pentingnya sejarah dan penulisannya, dengan metodologi yang benar, independen, tanpa intervensi pihak mana pun," jelas lelaki yang juga salah seorang penyair Indonesia tersebut.
Setelah pelantikan, panitia menggelar seminar virtual bertajuk "Sejarah dan Pembangunan" Hal yang menjadi perbincangan dalam webinar kali ini, MSI Cabang Sumbar ditantang untuk menjadi pemicu dalam menghasilkan karya penulisan sejarah lokal.
Dalam Webinar yang dimoderatori Yenny Narny MA PhD menampilkan bebera narasumber, yakni Dr Budi Agustono, MS (Dekan FIB Universitas Sumatera Utara), Imelda Sari (Ketua DPP Ikatan Alumni Sejarah Unand), dan wartawan senior Drs Khairul Jasmi MM (Ketua Iluni Sejarah IKIP-Universitas Negeri Padang/UNP).
Dalam kesempatan tersebut Khairul Jasmi mengkritisi bahwa selama ini ada kesan mengabaikan penulisan sejarah lokal sehingga itu menjadi catatan dan pekerjaan rumah bagi MSI Sumbar.
"Harus kita akui, selama ini kita abai dengan perkembangan penulisan sejarah lokal. Menurut saya ini salah satu tugas MSI ke depan," ujar lelaki yang juga salah seorang komisaris di PT Semen Padang tersebut.
Narasumber lain, Imelda Sari, juga mendorong kepada sejarawan atau lulusan ilmu sejarah agar lebih berperan serta membangun jaringan dengan stakeholder lainnya.
"Ini penting agar penulisan sejarah tidak diabaikan dalam proses pembangunan intelektual bangsa ini," jelas perempuan yang juga Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat tersebut.
Sementara, Budi Agustono melihat relasi antara ilmu sejarah dan kekinian sehingga narasi yang dibangun hendaknya sesuai dan relevan. Sejauh ini, kata dia, permasalahan klasik yang jadi kendala bagi peneliti sejarah yakni keterbatasan dana atau anggaran untuk melakukan riset kesejarahan.
Terpisah Ketua Panitia Acara, Sudarman, menjelaskan, pelaksanaan seremoni pelantikan pengurus MSI Cabang Sumbar dan acara webinar ini berjalan sukses.
"Alhamdulillah, acara berjalan sesuai dengan rencana serta diikuti lebih dari 100 partisipan yang berlatar dari profesi dan keilmuan termasuk mahasiswa dan undangan lainnya," jelas Sekum MSI Sumbar tersebut.
Sumber: MSI Sumbar
Editor: Hary B Koriun
Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…
Jaksa KPK menuntut Abdul Wahid 8 tahun 6 bulan penjara dan mengungkap lima dasar tuntutan…
Bupati Kepulauan Meranti mengajak masyarakat menjaga persatuan saat Pilkades 2026 dan menyiapkan hadiah umrah bagi…
Nelayan korban serangan buaya di Sungai Rokan meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif. Korban…
Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…
Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…