Categories: Nasional

Tadarus Pandemi Puisi, Rumah Sunting Jadikan Dermaga sebagai Panggung

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dermaga panjang di Taman Seribu Bunga Tepian Mahligai Indah Danau PLTA Koto Panjang, Kabupaten Kampar, tepatnya di Desa Koto Mesjid, menjadi arena panggung bebas Tadarus Puisi yang dilaksanakan  yang dilaksanakan Komunitas Seni Rumah Sunting, Minggu 2 Mei 2021. Tadarus Puisi kali ini mengusung tema Tadarus 'Pandemi' Puisi. 

Dari pangkal hingga ujung dermaga panjang yang membelah danau, tidak ada yang terlewatkan. Semua jadi panggung bebas. Bahkan perahu-petahu di sepanjang kanan dan kiri dermaga juga menjadi panggung. 

Pendiri sekaligus Pembina Rumah Sunting, Kunni Masrohanti menyebutkan, kegiatan ini dilaksanakan secara offline dengan sangat terbatas dan wajib prokes serta disiarkan secara langsung di  Youtube dan Instagram  Rumah Sunting. Kegiatan juga dilaksanakan dua sesi, yakni sore dan malam.   

''Tadarus Puisi ini kami laksanakan setiap tahun sejak Rumah Sunting berdiri. Teman-teman sepakat untuk. melaksanakan kembali tahun ini meski Pandemi. Makanya kami laksanakan sangat terbatas dan memanfaatkan medsos agar bisa dinikmati masyarakat luas,'' kata Kunni. 

Dengan kondisi serba terbatas inilah, maka Tadarus Puisi kali ini mengedepankan tagline Memetik buah keterbatasan dengan keterbatasan. Tagline ini menjadi kunci yang harus ditaati oleh seluruh tim tamu yang hadir ke Tepian Mahligai untuk menyaksikan secara langsung. 

''Tepian Mahligai kami pilih sebagai lokasi Tadarus Puisi tahun ini karena kami sudah menganggap sebagai tempat kami sendiri. Sebelumnya, beberapa kali kegiatan sastra sudah pernah kami laksanakan di sini. Selain itu, sebagai salah satu upaya mempromosikan tempat wisata  ini kepada masyarakat luas dan berharap agar teman-teman pengelola untuk terus semangat meski dalam masa Pandemi,'' sambung Kuni. 

Selain pembacaan puisi, Rumah Sunting juga menampilkan nyanyi puisi dan lagu puisi. Tidak hanya di dermaga panjang ketika sore, tapi juga di panggung yang terletak di Tepian danau saat panggung malam. 

Hadir tokoh masyarakat Faisal Ali bergelar Datuk Tanjalelo yang juga perintis dan pengelola Tepian Mahligai,  tokoh masyarakat Desa Koto Mesjid, Kepala Desa Tapung, pengelola beberapa tempat wisata di Kampar dan juga  Kepala Bidang Promosi Wisata Kampar David Hendra yang juga bagian dari Pokdarwis Tepian Mahligai. 

Penampilan tidak hanya dari  Rumah Sunting, tapi juga dari masyarakat tempatkan. Kunni sendiri mengaku cukup terkejut karena tamu yang datang di luar dugaannya.

''Saya datang setelah melihat medsos bahwa akan ada Tadarus Puisi di Tepian Mahligai. Makanya saya datang dan mempersembahkan nyanyi puisi,'' kata Peldi, pemuda Koto Mesjid yang datang dengan kawan-kawan ya. 

Sementara itu, David Hendra yang datang karena sudah lama tidak berpuisi, mengaku sangat mengapresiasi kegiatan Tadarus Puisi ini. Dia juga membacakan puisi karya Taufik Ismail. 

''Kak Kunni ini sahabat lama saya. Dia datang dengan komunitas ya dan berpuisi di Tepian Mahligai. Saya sebagai bagian dari Pokdarwis Tepian Mahligai sangat ingin datang, apalagi sudah lama tidak berpuisi. Sebagai Kepala Bidang Promosi Wisata Kampar, meski saya datang bukan atas nama jabatan, saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Terimakasih Rumah Sunting telah memilih Tepian Mahligai sebagai lokasi kegiatan ini. Ini juga membantu promosi wisata di Kampar,'' kata David.

Editor: Eka G Putra

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Ketua DPRD Kuansing Diperiksa KPK Selama 12 Jam, Kuasa Hukum Beberkan Materi Pemeriksaan

Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…

1 hari ago

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Uraikan Dugaan Aliran Uang Rp2,4 Miliar

Jaksa KPK menuntut Abdul Wahid 8 tahun 6 bulan penjara dan mengungkap lima dasar tuntutan…

1 hari ago

Bupati Meranti Ingatkan Pilkades 2026 Jangan Sampai Picu Perpecahan

Bupati Kepulauan Meranti mengajak masyarakat menjaga persatuan saat Pilkades 2026 dan menyiapkan hadiah umrah bagi…

1 hari ago

Nelayan Korban Serangan Buaya di Rokan Hilir Meninggal Setelah Dirawat Intensif

Nelayan korban serangan buaya di Sungai Rokan meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif. Korban…

1 hari ago

Tiga PKS di Rohul Masih Beli TBS Sawit di Bawah Harga Provinsi, Petani Diminta Lebih Selektif

Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…

2 hari ago

Pelabuhan Penumpang Dumai Resmi Jadi Kawasan Non Tunai, Pembayaran ke Malaysia Kini Bisa Pakai QRIS

Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…

2 hari ago