Categories: Nasional

ICW Nilai Kartu Prakerja Berpotensi Timbulkan Kerugian Negara

JAKARTA(RIAUPOS.CO) Indonesian Corruption Watch (ICW) menilai, program Kartu Prakerja hanya pemborosan uang negara di tengah mewabahnya virus Corona atau Covid-19. Terlebih, tidak memberi atensi kepada warga yang tengah mencari kerja.

“Prakerja ini rasanya sia-sia diberikan kepada warga. Karena ketika mereka lulus, tidak ada wadah atau pemberi kerja, karena kan situasinya sekarang sedang kerja di rumah,” kata peneliti ICW Wanna Alamsyah dalam diskusi melalui teleconference, Senin (4/5).

“Ini juga menjadi kontraproduktif ketika kita lihat dari Rp 3,5 juta yang diberikan itu kan Rp1 jutanya masuk ke platform digital itu,” sambungnya.

Wana memandang, program yang digaungkan oleh Presiden Joko Widodo sejak massa kampanye itu pun dinilai berpotensi menimbulkan kerugian negara. Hal itu terkait penunjukkan platform yang menjadi mitra pemerintah dalam Progran Kartu Prakerja.

“Delapan platform digital yang diberikan mandat oleh pemerintah ini nyatanya tidak melalui mekanisme atau prosedur terkait dengan pengadaan barang dan jasa,” ujar Wana

Wana pun memandang, proses penunjukan platform mitra Prakerja seharusnya menggunakan mekanisme Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa. Namun pada faktanya tidak memenuhi unsur tersebut.

“Tetapi kemudian aturan tersebut dilangkahi yang mengakibatkan ini ada semacam konflik kepentingan,” sesal Wana.

Potensi terjadinya rasuah pada sektor perencanaan kerap kali terjadi. Oleh Karena itu, ICW menyarankan ada evaluasi terkait pelaksanaan program Kartu Prakerja.

“Kalau kita berkaca dari sejumlah aturan, ini kan memang diberi kelonggaran karena adanya pandemi, jadi seluruh kementerian atau pemda itu diberikan fleksibilitas utuk menggelontorkan sejumlah uang,” cetus Wana.

Sementara itu, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Donny Gahral Adian memastikan, tidak ada kejanggalan dalam program Kartu Prakerja. “Saya kira tidak ada yang janggal kecuali dia satu satunya penyedia pelatihan berbasis online, kan hanya 1 dari 8,” tegas Donny.

Kendati demikian, Donny menyebut pemerintah akan mengevaluasi kembali terkait Kartu Prakerja tersebut. Jika ada masukan atau ada temuan yang tidak sesuai.

“Jadi saya kira temuan atau masukan itu menjadi bahan evaluasi kami,” jelas Donny.

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Sopir Truk Pembawa Ratusan Karung Bawang Ilegal Diciduk di Teluk Meranti

Polres Pelalawan menggagalkan pengiriman 7,5 ton bawang merah ilegal tanpa dokumen karantina di Teluk Meranti.

10 jam ago

Miris, 3.011 Anak di Bengkalis Putus Sekolah, Faktor Ekonomi Jadi Penyebab Utama

Dinas Pendidikan Bengkalis mencatat 3.011 anak putus sekolah hingga 2026. Faktor ekonomi keluarga menjadi penyebab…

10 jam ago

Proyek Drainase Mangkrak, Jalan di Perumahan Lumba-Lumba Digenangi Air Kotor

Proyek drainase di Jalan Merpati, Binawidya, terhenti hampir tiga pekan dan menyebabkan air kotor menggenangi…

10 jam ago

Kabel Semrawut di Pekanbaru Bakal Ditanam Bawah Tanah, Penataan Dilakukan Bertahap

Pemko Pekanbaru mulai menata kabel telekomunikasi semrawut menuju sistem bawah tanah demi estetika dan kenyamanan…

11 jam ago

Sejak Januari, Damkar Pekanbaru Sudah Evakuasi 214 Ular dari Permukiman Warga

Damkar Pekanbaru mencatat 214 evakuasi ular sejak Januari 2026. Ular piton hingga kobra ditemukan masuk…

11 jam ago

Rohul Perkuat Promosi Wisata Lewat Branding Wonderful Indonesia Berbasis Medsos

Pemkab Rohul memperkuat promosi wisata melalui branding Wonderful Indonesia berbasis media sosial untuk mengenalkan destinasi…

11 jam ago