Rahmatiah salah seorang warga yang mengaku sembunyi di kandang babi saat kerusuhan di Wamena, Papua (DOK FAJAR.CO.ID/JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Kerusuhan yang terjadi di Wamena beberapa waktu yang lalu menyimpan cerita dan trauma mendalam bagi para warga pendatang. Seperti halnya yang dialami salah seorang warga Takalar, Rahmatiah yang sudah 10 tahun tinggal di sana bersama suami dan anaknya.
Seperti diberitakan Fajar.co.id (Jawa Pos Group), Rahmatiah mengaku tak bisa melupakan kejadian mencekam yang dialaminya itu. Sebab kejadian yang berlangsung begitu cepat ini menghanguskan rumah beserta dua unit motor miliknya.
Meski demikian ia bersyukur karena dia dan keluarganya bisa selamat dari maut.
"Masih banyak pembakaran, kita masih takut," katanya.
Dia berceritra saat kejadian ia diselamatkan oleh si pemilik tanah yang ia sewa.
"Yang selamatkan kita itu istrinya yang punya tanah, dia panggil kita keluar dari rumah kemudian di bawa ke belakang rumah pak desa dan dimasukkan ke dalam kandang babi. Ada sekitar 30 orang, campur dengan orang asal Tator," kenangnya dengan mata sembab.
Dia mengaku harus rela bersembunyi berjam-jam di kandang babi agar bisa selamat dari tindakan keji oknum tak bertanggung jawab itu.
"Saya masuk pukul 10.00 Wita hingga pukul 16.00 Wita, baru bisa dievakuasi sama petugas. Kami kemudian dievakuasi ke Polres Wamena selama tiga hari dipengungsian baru berangkat ke Jayapura," tutur dia.
Istri Ruslan ini pun mengaku enggan kembali lagi ke Wamena. Dia memilih pulang ke kampung halamannya dan memindahkan sekolah anaknya.
Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi
Wako Pekanbaru Agung Nugroho meluncurkan logo HUT ke-242 Kota Pekanbaru dan melepas uji coba bus…
Bupati Siak Afni Z mengukuhkan 368 petugas Sensus Ekonomi 2026 dan menegaskan pentingnya integritas serta…
Karhutla kembali terjadi di Pulau Rupat, Bengkalis. Petugas gabungan dan dua helikopter water bombing terus…
Saksi mahkota Dani Nursalam mengaku melaporkan penerimaan dana Rp1 miliar dari Arief Setiawan kepada Abdul…
Korban dugaan penyerangan terhadap pekerja PT SBP bertambah menjadi tiga orang yang dirujuk ke Pekanbaru,…
Kejagung menetapkan tiga mantan pimpinan BGN sebagai tersangka dugaan korupsi Program MBG dan langsung melakukan…