PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Wabah Covid-19 masih merebak, bahkan Pekanbaru menjadi satu di antara beberapa kota di Indonesia yang masuk dalam zona merah. Melihat permasalahan ini, PT Alfa Scorpii sebagai main dealer Yamaha area Riau Kepri tergerak untuk ikut membantu penanganan Covid-19 di Kota Pekanbaru dengan cara memberikan bantuan berupa body protector untuk Grab Pekanbaru.
Penyerahan dilakukan di kantor Grab Pekanbaru di Komplek Sudirman Point Ruko A2, Jalan Jenderal Sudirman, Simpang Tiga, Pekanbaru, Selasa (1/9). General Manager Service Sahat didampingi General Manager Marketing PT Alfa Scorpii Oksni mengungkapkan, dengan body protector ini, armada Grab yang bertugas dapat tetap semangat dalam mengantar penumpang.
"Body protector ini kami memberikan sebagai bentuk dukungan kepada tim ojek online dari Grab yang bertugas untuk melayani para penumpang dan mengantar berbagai kebutuhan. Mari kita doakan semoga tim ojek online tetap semangat dan pandemi ini segera berakhir," ujar Sahat, Selasa (1/9).
Sahat mengatakan, body protector ini berfungsi sebagai pelindung agar ada jarak antara pengemudi dan penumpang. Selain itu, penumpang juga bisa mengetahui diskon promosi yang diberikan PT Alfa Scorpii dengan cara scan barcode yang tertera pada body protector.
Sementara itu, Perwakilan Grab Ira mengucapakan terima kasih ke PT Alfa Scorpii yang sudah memberi bantuan body protector tersebut. "Kami cukup menghargai pemberian ini dan mari sama-sama kita dukung perekonomian dalam melawan Covid-19," ujar Ira.(das)
Laporan: MUJAWAROH ANNAFI (Pekanbaru)
Pemko Pekanbaru membongkar bangunan liar di aset pemerintah kawasan Jalan Sudirman Ujung, Rumbai, menggunakan alat…
Polda Riau mengungkap dugaan peredaran sabu di Rantau Kopar, Rohil. Seorang pria diamankan, lokasi penggerebekan…
Wakil Rektor Akademik Unri, Dr Mexsasai Indra resmi maju sebagai bakal calon Rektor Unri periode…
Penampilan tim dance SMKN 1 dan SMAN 1 Rengat sukses memeriahkan suasana Riau Pos-HSBL dan…
Polres Pelalawan menggagalkan pengiriman 7,5 ton bawang merah ilegal tanpa dokumen karantina di Teluk Meranti.
Dinas Pendidikan Bengkalis mencatat 3.011 anak putus sekolah hingga 2026. Faktor ekonomi keluarga menjadi penyebab…