Categories: Nasional

‎Soal Penolakan Warga Natuna, Menkes Terawan: Ada Menolak dan Tidak, Biasa

JAKARTA(RIAUPOS.CO)– Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menjelaskan alasan kenapa Natuna dipilih menjadi tempat karantina. Diketahui saat ini ada 238 warga negara Indonesia (WNI) yang baru saja dievakuasi dari Wuhan, Cina.

Menurut Terawan, ‎Natuna dipilih lantaran TNI memiliki pangkalan militer di sana. Sehingga tempat itu adalah layak untuk dijadikan karantina para WNI tersebut.

“Karena itu saya yakin jika di lingkungan militer, kita lebih bisa menjaga disiplin mereka. Tidak ada tempat lain yang menurut saya lebih layak selain Natuna,” ujar Terawan di Gedung DPR, Jakarta, Senin (3/2).

Terawan juga menjelaskan, ada sejumlah warga Natuna yang tidak setuju wilayahnya dijadikan tempat karanina 328 WNI. Padahal menurutnya, tempat karantina tersebut sangat jauh dengan pusat kota.

‎Namun demikian Terawan tidak bisa memaksakan kepada warga sekitar untuk bisa menerima para WNI yang dikarantina tersebut. Baginya di iklim demokrasi saat ini ada yang menolak ada juga yang tidak itu biasa.

“Memang butuh proses kalau mengajak semuanya harus setuju dan di iklim demokrasi itu baik dan sah saja,” ungkapnya.

Terawan juga berjanji, ke depannya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai Virus corona tersebut. Sehingga semua masyarakat bisa memahami dan menjaga kesehatannya.

“Kita akan terus melakukan sosialisasi, mungkin bentuknya bukan dengan kata-kata, tapi bisa juga dengan foto dan video,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia berharap, masa 14 hari karantina terhadap 328 WNI tersebut bisa berjalan dengan baik. Sehingga mereka semua bisa menyelesaikan masa observasi dan bisa kembali ke keluarganya masing-masing.

“Semoga ini bisa berjalan dengan baik, masih ada 12 hari dan saya akan ke sana lagi, akan saya pantau,” imbuhnya.

Diketahui, jumlah WNI yang dievakuasi dari Kota Wuhan menyusut dari 245 orang menjadi 238 orang. Mereka dievakuasi imbas mewabahnya Virus Korona yang disebut bersumber dari kota yang berada di Provinsi Hubei, Cina, tersebut.

Adapun rombongan WNI tersebut telah tiba di Indonesia, Minggu (2/2). Maskapai tersebut tiba tepat pada pukul 08.30 WIB dan mendarat dengan aman di Bandara Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau.

Setelah itu, mereka diangkut menggunakan tiga pesawat milik TNI AU ke Natuna. Ketiga pesawat tersebut terdiri dari dua unit berjenis boeing dan satu unit berjenis hercules.

Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Lanud Hang Nadim Batam Mayor Wardoyo mengatakan, pihaknya mempersiapkan tiga pesawat tersebut atas perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Saat 238 WNI tersebut tiba di Hang Nadim akan langsung dilakukan pemeriksaan di dalam pesawat. Sementara  WNI itu akan lebih dulu diisolasi di Natuna, Kepulauan Riau, untuk memastikan mereka sehat dan bebas dari Virus corona.

Editor : Deslina
Sumber: jawapos.com
 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Sidak Bapanas di Pekanbaru Temukan Minyakita Dijual Jauh di Atas HET

Bapanas menemukan Minyakita dijual hingga Rp20 ribu per liter di Pekanbaru, jauh di atas HET…

20 jam ago

Atasi Banjir Pekanbaru, Dewan Minta Pemko Fokus ke Saluran Pembuangan

DPRD Pekanbaru menilai persoalan drainase menjadi penyebab utama banjir, sementara pemko mengklaim normalisasi terus berjalan.

20 jam ago

Didukung Tokoh Riau, Prof Firdaus Resmi Daftar Bakal Calon Rektor Unri

Prof Firdaus resmi mendaftar calon Rektor Unri 2026–2030 dengan dukungan tokoh adat, ulama dan masyarakat…

20 jam ago

TKA Susulan Digelar 11-14 Mei, Ratusan Siswa Rohil Belum Selesai Ujian

Sebanyak 882 siswa SD di Rohil mengikuti TKA susulan akibat gangguan internet, listrik padam, hingga…

20 jam ago

Sapi Kurban Presiden untuk Bengkalis Dibanderol Rp96 Juta

Sapi kurban bantuan Presiden RI untuk Bengkalis dibanderol Rp96 juta, sementara pengawasan hewan kurban di…

22 jam ago

Razia PETI di Kuansing, 10 Rakit Penambang Emas Ilegal Dibakar Polisi

Polres Kuansing kembali menertibkan aktivitas PETI dengan memusnahkan 10 rakit penambang emas ilegal di Kuantan…

22 jam ago