Categories: Nasional

Tidak Ada Lagi Daerah Zona Merah di Riau

PEKANBARU, (RIAUPOS.CO) – PEMERINTAH pusat telah merilis data terbaru zona risiko penyebaran Covid-19 di Indonesia, termasuk di Riau. Di Bumi Lancang Kuning saat ini tidak ada lagi daerah yang berstatus zona merah, melainkan tinggal zona oranye dan kuning.

Kepala Dinas Kesehatan Riau Mimi Yuliani Nazir mengatakan, berdasarkan data peta zonasi risiko Covid-19 di Riau, dari 12 kabupaten/kota terdapat 11 daerah berstatus zona oranye dan satu zona kuning.

"Untuk satu zona kuning, yakni Pelalawan, kemudian selebihnya zona oranye. Untuk yang zona merah sudah tidak ada lagi," kata Mimi.

Meski begitu, ujar Mimi, hingga saat ini Pekanbaru masih menerapkan PPKM level 4  hingga 6 September mendatang.

"Setelah tanggal 6 September, nanti akan dievaluasi lagi. Apakah akan dilanjutkan atau tidak," ujarnya.

Mimi juga menyampaikan, per Rabu (1/9) pasien Covid-19 di Riau bertambah sebanyak 357 orang. Sementara itu yang menjalani isolasi mandiri atau tergolong orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 4.367 orang.

"Dengan penambahan 357 pasien tersebut, total pasien Covid-19 di Riau saat ini 123.575 orang," katanya.

Sementara itu, untuk pasien yang sembuh bertambah 576 orang sehingga total yang sudah sembuh di Riau sebanyak 114.840. Untuk kabar dukanya, pasien meninggal bertambah 23 orang. Sehingga total 3.737 orang di Riau meninggal dunia akibat Covid-19.

"Untuk suspect yang menjalani isolasi mandiri berjumlah 3.731 orang, isolasi di rumah sakit 119 orang. Total suspect berjumlah 100.788 orang," paparnya.

Tetap Jaga Penurunan Kasus Covid-19

Tren kasus konfirmasi di Indonesia belakangan mengalami penurunan yang cukup signifikan. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta semua pihak baik di tingkat pusat, hingga ke daerah untuk terus menjaga tren yang baik ini.

 "Capaian ini merupakan kontribusi dari peran seluruh pihak dalam mengendalikan Pandemi Covid-19 di Indonesia," kata Wiku dalam keterangannya, Rabu (1/9).

Selain itu, koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah juga terus terjalin. Sehingga kebijakan di tingkat nasional dapat dijalankan dengan baik hingga ke daerah. Beberapa upaya bersama dilakukan seperti rapat koordinasi rutin forkopimda, pemimpin teknis. Termasuk pula pembentukan Sekretariat Bersama Gerakan Solidaritas Nasional Penanganan Covid-19 sebagai wadah penguatan koordinasi pusat dan daerah dalam percepatan pengendalian pandemi beberapa waktu lalu.

Oleh karena itu, semua pihak diminta tidak sedikitpun lengah walaupun tren kasus konfirmasi mengalami penurunan. Masyarakat terus waspada dengan tetap berpedoman pada protokol kesehatan 3M, deteksi dan penanganan yang baik melalui 3T, dan program vaksinasi nasional.

"Ketiga hal ini merupakan kunci utama pengendalian Covid-19 sehingga nantinya terwujud masyarakat yang produktif dan aman Covid-19," pesan Wiku.    

Vaksinasi Covid-19 Capai 100 Juta Suntikan

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengatakan bahwa program vaksinasi di Indonesia telah berhasil mencapai 100 juta dosis suntikan. Pemerintah mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah bekerja sama dalam menyukseskan program ini.

"Per hari ini (kemarin, red), Indonesia sudah mencapai 100 juta dosis vaksin yang disuntikan. Capaian ini bisa kita capai berkat upaya dan kerja keras dari semua pihak, tak terkecuali masyarakat Indonesia. Untuk menjaga momentum ini, kami mengajak seluruh masyarakat yang belum vaksin untuk menyegerakan vaksinasi," kata Johnny dalam keterangannya, Rabu (1/9).

Johnny menyampaikan, dengan 100 juta dosis vaksin, masyarakat diminta tidak ragu untuk vaksin. Karena keamanannya sudah dijamin oleh pemerintah melalui serangkaian proses pengujian. Menurut Johnny, dari 100 juta dosis vaksin yang disuntikan, belum ada laporan resmi yang menemukan adanya efek samping berat bagi penerima vaksin. Hal ini membuktikan bahwa vaksin Covid-19 yang ada di Indonesia aman dan berkhasiat.

Vaksinasi Covid-19, lanjut Johnny, merupakan bagian penting dari upaya untuk hidup berdampingan dengan virus corona di masa mendatang. Vaksin terbukti mampu mengurangi risiko sakit berat bila seseorang terinfeksi Covid-19.

 "Tidak ada yang perlu ditakuti dari vaksinasi, karena semua merek vaksin Covid-19 sudah mendapatkan izin dan terus mendapatkan pengawasan dari BPOM. Oleh karena itu, bagi yang belum vaksin, segerakanlah vaksinasi dan jangan pilih-pilih vaksin," pungkas Johnny.(sol/jpg/rio/ted)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Berdiri di Tanah Pemko, Satpol PP Pekanbaru Bongkar Warung dan Pagar Beton di Rumbai

Pemko Pekanbaru membongkar bangunan liar di aset pemerintah kawasan Jalan Sudirman Ujung, Rumbai, menggunakan alat…

15 jam ago

Penggerebekan Narkoba di Rohil Berujung Pembakaran Gudang, Warga Sudah Lama Resah

Polda Riau mengungkap dugaan peredaran sabu di Rantau Kopar, Rohil. Seorang pria diamankan, lokasi penggerebekan…

16 jam ago

Daftar Calon Rektor Unri, Mexsasai Indra Usung Visi Kampus Berdaya Saing Global

Wakil Rektor Akademik Unri, Dr Mexsasai Indra resmi maju sebagai bakal calon Rektor Unri periode…

1 hari ago

Penampilan Dance SMKN 1 dan SMAN 1 Rengat Meriahkan HSBL

Penampilan tim dance SMKN 1 dan SMAN 1 Rengat sukses memeriahkan suasana Riau Pos-HSBL dan…

1 hari ago

Sopir Truk Pembawa Ratusan Karung Bawang Ilegal Diciduk di Teluk Meranti

Polres Pelalawan menggagalkan pengiriman 7,5 ton bawang merah ilegal tanpa dokumen karantina di Teluk Meranti.

2 hari ago

Miris, 3.011 Anak di Bengkalis Putus Sekolah, Faktor Ekonomi Jadi Penyebab Utama

Dinas Pendidikan Bengkalis mencatat 3.011 anak putus sekolah hingga 2026. Faktor ekonomi keluarga menjadi penyebab…

2 hari ago