Categories: Nasional

Efektifkah Mengatasi Jerawat dengan Blue Light Therapy?

Ketika ditanya soal bagaimana cara mengatasi jerawat, mungkin yang terpikirkan oleh sebagian orang adalah memakai krim khusus atau sering-sering mencuci wajah. Bahkan, ada pula yang mengatasi jerawat secara instan dengan cara memencetnya hingga pecah. Bagaimana dengan Anda?

Ketimbang memencet hingga pecah atau gonta-ganti perawatan kulit yang belum tentu sesuai untuk wajah, ada satu solusi yang katanya lebih efektif untuk mengatasi permasalahan jerawat, yakni dengan blue light therapy. Tahukah Anda tentang metode terapi yang satu ini?

Mengenal blue light therapy

Dilansir dari Medical News Today, blue light therapy adalah pengobatan non-invasif dengan menggunakan cahaya untuk membunuh bakteri di kulit. Cahaya tersebut mampu membunuh Propionibacterium acnes (P. acnes) yang menyebabkan jerawat, dengan efek samping yang relatif sedikit. 

Kabar baiknya lagi, blue light therapy sudah mendapat persetujuan oleh Food and Drug Administration (FDA) sehingga bagi yang punya jerawat batu dan belum pernah mendapatkan terapi lain, Anda bisa melakukannya dengan tenang. Anda yang hendak mencoba metode ini untuk pertama kali disarankan untuk melakukannya secara langsung di dokter kulit, meski saat ini sudah ada yang menjual alat blue light therapy di pasaran.

Dikatakan oleh American Academy of Dermatology, blue light therapy memang menunjukkan “janji besar” untuk mengobati jerawat. Orang-orang yang sudah mencoba mengaku mengalami peningkatan kesehatan kulit yang signifikan setelah menjalani beberapa sesi terapi.

Lebih lanjut, blue light therapy tidak seperti photodynamic therapy. Sebab, pada blue light therapy, tidak ada persyaratan untuk menghindari sinar matahari setelah perawatan, tidak meninggalkan jaringan parut, dan tanpa rasa sakit.

Efektivitas blue light therapy untuk atasi jerawat

Sebuah studi dengan sampel orang-orang yang memiliki jerawat ringan hingga sedang diobati dengan blue light therapy sebanyak dua kali dalam seminggu. Hasilnya, masalah jerawat yang dialami oleh partisipan berkurang hingga 64 persen.

Lalu, ada lagi sebuah studi yang dilakukan pada 28 orang dewasa. Partisipan diberi terapi sebanyak delapan sesi selama empat minggu berturut-turut dan memberikan hasil yang kurang lebih sama seperti hasil penelitian sebelumnya. Bonusnya lagi, partisipan juga tidak mendapatkan efek samping yang merugikan. 

Kali ini, blue light therapy dilakukan dengan pemakaian produk perawatan kulit tertentu. Terapi diberikan dua kali sehari selama delapan minggu dan hasilnya pun sangat memuaskan. Partisipan yang sebelumnya punya masalah jerawat kini telah mengalami perbaikan kondisi hingga 90 persen berkat perpaduan blue light therapy dan skin careyang sesuai.(klikdokter)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal
 

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Polres Bengkalis Menang Praperadilan Kasus Karhutla di Rupat Utara

PN Bengkalis menolak gugatan praperadilan kasus karhutla dan menguatkan keabsahan proses penyidikan Polres Bengkalis.

1 jam ago

Sehari Dicari, Pegawai PNM Pelalawan Ditemukan Mengapung di Sungai Indragiri

Pegawai PNM Ukui, Ardi Yahya, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Indragiri, Inhu

3 jam ago

Piala Dunia Anak Regional Riau Tuntas, Ini Tim yang Lolos ke Bandung

Empat tim juara Regional Riau memastikan tiket ke Piala Dunia Anak Indonesia 2026 tingkat nasional…

5 jam ago

BPKAD Meranti Tegaskan Tak Pernah Terima Dana Reboisasi Puluhan Miliar

Pemkab Kepulauan Meranti membantah menerima Dana Reboisasi Rp23,15 miliar dan menegaskan hal itu tidak sesuai…

5 jam ago

Lebih dari 10 Titik Jalan di Bangkinang Diperbaiki Dinas PUPR Kampar

Dinas PUPR Kampar memperbaiki lebih dari 10 titik jalan di Bangkinang dan Bangkinang Kota demi…

14 jam ago

Pemkab Siak Bagikan 49 Ribu Seragam Gratis untuk Siswa Baru SD dan SMP

Pemkab Siak membagikan 49.360 seragam sekolah gratis bagi siswa baru SD dan SMP di 294…

14 jam ago