Categories: Nasional

Ini yang Terjadi pada Tubuh, Kalau Terlalu Banyak Makan

RIAUPOS.CO (PEKANBARU) – Makanan enak sering kali bikin kalap. Rasa ingin makan lagi dan makan lagi pun muncul jika sudah dihadapkan dengan menu-menu favorit. Walaupun perut sudah kenyang, selagi masih sanggup, mulut masih dipaksa mengunyah makanan. Alhasil, perut begah dan susah bergerak.

Hal itu adalah sedikit gambaran dari akibar makan terlalu banyak. Namun, sebenarnya ada hal lain yang juga bisa terjadi pada tubuh jika makan kelewat batas. Dikatakan oleh dr Dewi Widya Astuti , Dokter Medical Checkup RS Awalbros A Yani, terlalu banyak makan juga bisa memicu sakit penyakit maag. Lho, kok bisa ya?

Ini penjelasannya.

“Makan terlalu banyak, lambung pun akan dipaksa bekerja lebih keras untuk mengolahnya. Saat lambung mengolah makanan terlalu banyak maka akan ada asa lambung yang naik ke atas. Sehingga menyebabkan nyeri ulu hati, mual, terasa panas," paparnya.

Wah, ngeri juga ya, #savelambung. Jadi, sebaiknya gimana dong? Nah, menurut dokter berhijab ini, jangan memaksakan untuk makan sampai perut begah dan penuh. Alias makanlah secukupnya.

"Kenyang berlebihan dapat menyebabkan menjadi lemas, tidak bertenaga dan mengantuk. Dikarenakan aliran darah di otak di fokuskan ke saluran pencernaan untuk mencerna makanan," ujar dokter ramah ini.

Duh, pantas aja ya, sering ngantuk dan mageran kalau abis makan berat. Kalau terlalu sering makan dengan porsi yang besar, kata dokter Dewi, akan ada perubahan jumlah porsi makanan yang kita makan sehari-hari. Otak kita akan mempersepsikan makan kenyang artinya adalah makan dengan porsi yang besar.

''Akhirnya, kebiasaan untuk makan dengan porsi yang banyak menjadi tertanam. Padahal tubuh kita tidak perlu makanan sebanyak itu,'' sambungnya lagi.

Apalagi kalau jenis makanannya berupa makanan berlemak seperti daging merah atau goreng-gorengan.

“Daging mengandung lemak jenuh dan kolesterol yang cukup tinggi. Dengan mengonsumsinya secara berlebihan, embuat lebih tinggi untuk mengalami penyakit jantung koroner, serangan jantung, bahkan stroke,'' jelasnya.

Gawat banget ya ternyata perkara makan terlalu banyak ini. Kalau kamu punya tanda-tanda seperti yang dibahas di atas, mulai sekarang kurangin deh kebiasaan itu.

Pelan-pelan, kembali ke pola makan yanh sehat dan seimbang. Pilih makanan dengan cermat. Batasi makanan dengan kalori tinggi, manis dan yang tinggi kandungan lemak jenuh seperti daging merah. Jangan lupa, imbangi juga dengan olahraga dan minum air putih yang cukup. Salam sehat.

Laporan: Siti Azura (Pekanbaru)

Editor: Eka G Putra

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Dosen Unilak Bekali Siswa SMKN 1 Kandis Jurus Branding Digital dan Hitung Harga Jual

Dosen Unilak membekali siswa SMKN 1 Kandis dengan kemampuan digital branding dan menghitung HPP untuk…

2 jam ago

Air Sungai Singingi Kembali Keruh, PETI Diduga Jadi Penyebab

Air Sungai Singingi kembali keruh setelah PETI diduga beraksi. Warga meminta aparat meningkatkan razia demi…

3 jam ago

Tempuh 192 Km Selama 22 Jam, Goweser Paliko Siap Meriahkan Gowes Merdeka 2026

Tempuh 192 km selama 22 jam, tiga Goweser Paliko dari Payakumbuh dan Limapuluh Kota hadir…

3 jam ago

Gowes Merdeka 2026 Dimulai, 1.500 Peserta Taklukkan Rute 17 Km di Pekanbaru

Sebanyak 1.500 peserta meramaikan Gowes Merdeka 2026 di Pekanbaru dengan menempuh rute 17 kilometer hingga…

3 jam ago

Kasus Suap Jabatan Kuansing Naik ke Penuntutan, Dua Tersangka Segera Disidang

KPK menyerahkan Zulkarnain dan Ardiles ke jaksa dalam kasus suap jabatan Kuansing. Penyidikan masih dikembangkan…

2 hari ago

Dihadiri 5.133 Mahasiswa Baru, PBAK UIN Suska Riau Tekankan Kepemimpinan Muda

Sebanyak 5.133 mahasiswa baru UIN Suska Riau mengikuti PBAK 2026 dengan pembekalan kepemimpinan, karakter, integritas…

2 hari ago