Categories: Nasional

Presiden Palestina: Kemerdekaan Segera Datang!

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Umat Islam Palestina merayakan Idulfitri pada Senin (2/5) dengan suasana yang berbeda di tengah konflik dengan Israel. Presiden Mahmoud Abbas mengucapkan selamat Lebaran kepada rakyat Palestina dan berharap kemerdekaan segera datang untuk masyarakat Palestina.

Mufti Yerusalem dan Tanah Suci, Sheikh Mohammad Hussein mengumumkan bahwa Ahad (1/5) adalah hari terakhir bulan suci Ramadan di Palestina. Maka Senin (2/5) adalah hari pertama dari tiga hari libur Idulfitri.

"Kepada rakyat kami untuk meraih kembali kesempatan ini sementara untuk mendapatkan kebebasan, kemerdekaan dan pembentukan negara merdeka," kata Presiden Palestina Mahmoud Abbas seperti dilansir dari Wafa Agency, Senin (2/5).

Semua Serba Mahal dan Sulit

Laporan The New Arab, Palestina libur 3 hari selama Idulfitri. Namun, bagi penduduk Gaza, kondisi ekonomi yang memburuk, pengangguran dan stagnasi upah membuat perayaan hari raya ini menjadi berbeda.

Di masa lalu, warga Gaza akan berduyun-duyun ke pasar untuk membeli pakaian, dekorasi, dan hadiah khusus untuk keluarga mereka. Secara khusus, jalan Fahmi Beek dulunya menjadi favorit karena menghubungkan tiga pasar terbesar di daerah kantong yang terkepung: Al-Zawiya, Omar Al-Mukhtar dan Al Shuja’iya.

Tahun ini, jalanan dan pasar sangat sepi. Salem al-Sawalha, seorang pemuda yang berasal dari Kota Gaza pergi bersama ketiga temannya untuk membeli pakaian Idulfitri, hadiah tradisional di seluruh dunia Muslim, dari jalan Omar Al-Mukhtar. Setelah tiga jam berjalan, Salem dan teman-temannya kembali dengan tangan hampa.

"Harganya sekarang sangat mahal. Saya tidak mampu membeli apa pun dengan biaya seperti itu," kata pria berusia 25 tahun itu kepada The New Arab.

"Harga satu kemeja sekarang mencapai USD 30, di tahun-tahun sebelumnya kemeja yang sama ini tidak akan dijual lagi, tidak lebih dari USD 15," katanya.

Tahun ini, pilihan Salem sekarang adalah memperbaiki pakaian lamanya atau membeli pakaian bekas dengan harga yang lebih murah. "Saat ini kehidupan sangat sulit bagi semua orang di Gaza, baik bagi penjual maupun konsumen. Tidak ada yang diuntungkan dari situasi ini," kata Salem.

Kifah Hana, ibu lima anak, enggan pergi ke pasar. Ia malah memilih membeli di pedagang kaki lima yang biasanya lebih murah. Ini sepertinya satu-satunya pilihan untuk memastikan mereka merayakan Idulfitri seperti biasanya.

Israel telah melakukan pengepungan ketat di Jalur Gaza sejak pertengahan 2007 setelah gerakan Islam Hamas menguasai daerah kantong itu setelah putaran pertempuran dengan pasukan yang setia kepada Otoritas Palestina. Sejak itu, semua upaya dan mediasi regional dan internasional untuk mencapai rekonsiliasi tersendat.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Kepesertaan JKN di Inhil Capai 98,64 Persen, Keaktifan Masih Jadi Tantangan

Peserta JKN di Inhil mencapai 721 ribu jiwa atau 98,64 persen penduduk, namun tingkat keaktifan…

5 jam ago

Jemaah Haji Kampar Kloter 05 Tiba Selamat di Makkah

Jemaah calon haji Kampar Kloter 05 tiba selamat di Makkah dan langsung melaksanakan umrah wajib…

10 jam ago

SMAN 2 Rengat Kokoh di Puncak Putaran Pertama Riau Pos-HSBL

Persaingan Riau Pos-HSBL di Rengat berlangsung sengit. SMAN 2 Rengat sementara memimpin klasemen putaran pertama.

13 jam ago

Pretty Blossom Resmi Ekspansi ke Pekanbaru, Ramaikan Industri Wedding

Pretty Blossom Decoration resmi hadir di Pekanbaru dan ikut meramaikan expo wedding Maison Blush di…

15 jam ago

Pemko Pekanbaru Perlebar Jalan Alternatif untuk Atasi Macet Panam

Pemko Pekanbaru memperlebar Jalan Bangau Sakti sebagai jalur alternatif untuk mengurai kemacetan di kawasan Panam.

16 jam ago

Pengedar Sabu di Inhil Ditangkap, Polisi Sita 14 Paket Narkotika

Polsek Concong menangkap pria diduga pengedar sabu di Inhil. Pelaku sempat membuang barang bukti saat…

16 jam ago