Categories: MUI Menjawab

Cara Meraih Malam Lailatul Qadar

Assalamualaikum ustaz, perkenalkan saya Iwil Pak Uztadz, ingin menanyakan tentang bagaimana cara mendapatkan atau meraih malam lailatul qadar?

Iwil, 08527885XXXX

Jawaban:
Terima kasih kepada Bapak Iwil yang menanyakan tentang, bagaimana cara mendapatkan atau meraih malam lailatul qadar?

Lailatul Qadar adalah malam yang sangat istimewa yang terdapat pada Bulan Suci Ramadhan, karena pada pada malam tersebut turunnya Al-Quran pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW. Untuk bertemu dengan malam lailatul qadar, kita musti mempersiapkan diri sedari awal Ramadhan tiba. Ini menunjukkan bahwa kebaikan harus bersifat kontiniu sebagaimana kemuliaan yang ditunjukkan pada malam lailatul qadar dan dampaknya terhadap kehidupan di masa-masa yang akan datang. Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya: ‘’ dari Aisyah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil dalam sepuluh terakhir di bulan Ramadhan,” (HR Bukhari).

Ada tiga amaliyah yang bisa dilakukan untuk meraih malam lailatul qadar. Pertama mengencangkan kain sarungya. menghidupkan malamnya dan membangungnkan keluarganya. Nabi Muhammad SAW bersabda: Dari Aisyah RA, ia berkata, bahwa Rasulullah SAW ketika masuk sepuluh terakhir bulan Ramadhan, mengencangkan kain bawahnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya,” (Muttafaq ‘alaih). Lantas apa yang dimaksud dengan mengencangkan kain bawahnya (kain sarung) dalam hadits di atas? Menurut Ibnu Baththal, maksudnya ialah Rasulullah SAW tidak menggauli istrinya.

Kedua, meningkatkan intensitas beribadah terutama pada malam hari, seperti shalat melaksanakan shalat sunat tarawih, tahajud, dan witir, membaca alquran, berzikir, bersedekah dan amalan-amalan yang baik untuk dilakukan pada malam hari.

Ketiga, berdamai dengan diri sendiri dan orang lain. Allah SWT berfirman didalam surah alqadr Artinya, damai dengan diri dan damai dengan orang lain. Menurut Qurays Shihab Damai itu ada damai aktif dan ada damai pasif. Misal ketika seseorang naik kereta api, banyak orang di kereta api, lalu seseorang tersebut hanya duduk diam, tidak menyapa samping kiri dan samping kanannya. Hal itu termasuk damai, tetapi damai pasif.

Berbeda dengan damai aktif yaitu ketika saling menyapa atau memberi sesuatu kepada orang lain dengan tujuan yang baik. Hal ini juga berlaku bahwa ketika manusia tidak bisa memuji orang lain, tidak perlu memakinya. Kalau tidak bisa memberi sesuatu kepada orang lain, jangan lalu mengambil haknya. Kalau tidak bisa membantunya, jangan menjerumuskannya. Ini prinsip kedamaian yang dapat mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin. Di saat itulah manusia mendapat malam kemuliaan, yaitu malam lailatul qadar.

Wallahu A’lam Bisshowab.

Redaksi

Recent Posts

Razia Pekat Beruntun di Singingi dan Kuantan Mudik, Satpol PP Kuansing Jaring 6 LC

Satpol PP-PKP Kabupaten Kuansing menjaring enam wanita penghibur (LC) dan menyita miras dalam razia pekat…

7 jam ago

Sampah Harian Capai 85 Ton, Pengelolaan Baru 2 Persen, Pemkab Meranti Siapkan Pembentukan LPS dan TPST

Kabupaten Kepulauan Meranti menghadapi tantangan besar pengelolaan sampah, di mana dari 85 ton timbulan sampah…

8 jam ago

Sempat Gagal Tahap Pertama, 6 Bakal Calon Penghulu di Rohil Ikuti Tes Mengaji Ulang

Sebanyak enam bakal calon penghulu yang sempat gagal pada tahap pertama mengikuti tes mengaji susulan…

9 jam ago

Peningkatan Jalan Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Tuntas 100 Persen

Pengecoran jalan akses Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang selesai 100 persen dan kini memasuki…

15 jam ago

Kebakaran Hebat di Payung Sekaki Pekanbaru: 7 Gudang Avian Terbakar, Tak Ada Korban Jiwa

Sebanyak tujuh unit gudang di Kawasan Pergudangan Avian Jalan Siak II Pekanbaru ludes terbakar pada…

16 jam ago

Penyaluran Makan Bergizi Gratis Bagi 39 Ribu Warga Meranti Dihentikan Sementara

Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara penyaluran program Makan Bergizi Gratis bagi 39 ribu penerima…

16 jam ago