Categories: Pekanbaru

Berharap Dunia Pendidikan Kembali Normal

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Hampir dua tahun dunia pendidikan di tanah air mengalami gangguan covid-19, dan kualitas belajar tidak lagi maksimal. Dampaknya terjadi perubahan teknis dalam belajar, dari tatap muka ke sistem daring, belajar dari rumah. 

Seperti disampaikan anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Pangkat Purba, tahun 2022 dunia pendidikan sudah seharusnya berjalan normal, namun ditegaskannya mesti tetap patuhi protokol kesehatan (prokes), dan sesuai aturan kementerian. 

"Melihat tren kasus Covid-19  saat ini, seharusnya 2022 sekolah-sekolah sudah harus belajar normal, mesti masih dibatasi," kata Pangkat kepada wartawan, Kamis (30/12). 

Namun begitu, politisi Demo­krat ini pun, meminta para guru-guru pendidik juga harus siap dan cakap dengan teknologi yang saat ini terjadi. 

"Ini berkaitan dengan mutu pendidikan yang diberikan langsung saat belajar mengajar, guru harus siap, dan harus lebih cakap menghadapi perkembangan zaman. jangan sampai peran guru dikalahkan sama teknologi," harapnya. 

Dengan kondisi belajar yang sudah jauh tertinggal, karena dampak pandemi Covid-19, disarankannya para guru-guru dapat memberikan pembelajaran yang bermutu, tanpa ada rasa yang kurang saat belajar normal nanti. 

Dikatakan Pangkat, untuk proses bejalar mengajar tatap muka, seluruh sekolah sudah dipanggil hearing. Ditegaskan jangan abaikan prokes, dan senantiasa mengikuti semua persyaratan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. 

"Prokes tetap dijaga dan jangan abai. Kami sudah memanggil seluruh Kepala Sekolah SMP mengenai pembelajaran tatap muka terbatas. Mereka sudah berjanji bahwa prokes itu tetap dilaksanakan," tuturnya.

Meski begitu, menjalankan fungsinya, Pangkat menyebutkan Komisi III tetap ikut melakukan pengawasan dan juga memonitor penerepan prokes jtu. "Dinas pendidikan pun diminta secara kontinyu melakukan pengawasan dan menindak tegas sekolah yang abai," tuturnya. 

Agar proses belajar mengajar dapat direalisasi normal kembali, maka diimbau supaya semua pihak ikut patuhi penerapan prokes. "Kuncinya ada pada diri kita, jika kita sudah patuh dengan prokes dan sudah vaksin, mudah-mudahan dapat terwujud pendidikan kita kembali normal,dan status Covid-19 hilang," katanya.(yls) 

Laporan AGUSTIAR, Pekanbaru

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Tiga Bulan Belajar di Dunia Media, Mahasiswa Unri Rampungkan Program Magang Berdampak di Riau Pos

Mahasiswa Unri sukses menyelesaikan program Magang Berdampak selama tiga bulan di Riau Pos dengan bekal…

1 hari ago

Tangis dan Bangga Warnai Pelepasan 250 Siswa SMPN 25 Pekanbaru

Pelepasan 250 pelajar kelas IX SMPN 25 Pekanbaru berlangsung khidmat, meriah, dan penuh suasana haru.

1 hari ago

Sewa Lima Hari, Mobil Malah Digelapkan, Pasutri Berakhir Ditangkap

Pasutri di Tapung ditangkap polisi setelah diduga menggelapkan mobil rental yang tak dikembalikan kepada pemiliknya.

2 hari ago

Pantai Solop Diawasi Ketat Saat Iduladha, Maksiat dan Narkoba Jadi Perhatian

Pengawasan di Pantai Solop diperketat selama libur Iduladha untuk mencegah maksiat, miras, narkoba dan perilaku…

2 hari ago

Korupsi Bibit Kopi Liberika di Meranti, Kerugian Negara Rp663 Juta Berhasil Dipulihkan

Kejari Kepulauan Meranti berhasil memulihkan kerugian negara Rp663 juta dari kasus korupsi pengadaan bibit kopi…

2 hari ago

Kursi Kadis PUPR Riau Berganti, SF Hariyanto Tunjuk Zulfahmi Jadi Plt

SF Hariyanto menunjuk Zulfahmi sebagai Plt Kadis PUPR-PKPP Riau untuk penyegaran dan percepatan pembangunan infrastruktur.

2 hari ago