tim-gakkum-sampah-kembali-dibentuk
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pekanbaru akan kembali membentuk tim penegakan hukum (gakkum). Tim ini dibentuk karena masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan dan di luar waktu yang telah ditentukan.
Menurut Kepala DLHK Pekanbaru Hendra Afriadi, pihak akan kembali membentuk tim gakkum di awal tahun 2022. Ia mengaku, pihaknya kerap mendapatkan laporan adanya masyarakat dan angkutan sampah mandiri atau ilegal yang membuang sampah sembarangan. Untuk itu dinilai pihaknya perlu bertindak tegas dengan penindakan yang akan dilakukan oleh tim gakkum.
Lanjut Hendra, tim gakkum akan dibentuk bersama Satpol PP, kepolisian, TNI, kecamatan, dan kelurahan. Di mana nantinya tim ini akan memantau lokasi yang menjadi tempat penampungan sementara (TPS) liar.
"Selama ini, angkutan sampah mandiri itu diketahui membuang sampah ke TPS liar. Angkutan sampah mandiri itu akan diberi sanksi mulai tahun depan," jelasnya, Rabu (29/12).
Dirinya juga meminta kepada masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan dan mengikuti jadwal yang telah diberikan oleh dinas agar sampah tersebut dapat terangkut sesuai jamnya.
Apalagi, berdasarkan data yang dimiliki oleh DLHK Kota Pekanbaru, terdapat lebih dadi 50 tempat pembuangan sampah liar yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kota Pekanbaru. "Untuk saat ini, angkutan sampah mandiri bukan tidak dibenarkan. Hanya saja, kami susah memantau," ucap Hendra.
Sementara itu, Wali Kota Pekanbaru Firdaus mengatakan, kelompok pengangkut sampah ilegal menjadi penyebab gagalnya Pekanbaru meraih Adipura. Pasalnya, kelompok ini malah membuang sampah dari perumahan warga ke sembarang tempat. Sehingga menyebabkan sampah menggunung meskipun telah dilakukan pengangkutan oleh petugas.
"Kita gagal mendapatkan Adipura beberapa tahun terakhir ini karena tidak ada partisipasi masyarakat. Karena, ada kelompok-kelompok angkut sampah beroperasi di Pekanbaru," kata Wako.
Bahkan, pengangkut sampah ilegal ini membuat sampah berserakan di mana-mana. Sampah yang diangkut dari lingkungan warga dibuang di sembarang tempat. "Kami sudah menertibkan mereka, tapi belum selesai 100 persen. Berarti sudah banyak perubahan. Semoga dengan adanya tim gakkum yang akan dibentuk ini akan memberikan efek jera bagi masyarakat dann juga pengangkutan sampah ilegal agar tidak lagi membuang sampah sembarangan," tegasnya.(yls)
Laporan PRAPTI DWI LESTRAI, Pekanbaru
Justin Hubner dikabarkan terancam absen di Piala AFF 2026 karena Fortuna Sittard disebut tak memberi…
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri melaju ke final China Open 2026 setelah mengalahkan Liang Wei Keng/Wang…
Bhabinkamtibmas Polsek Kuantan Mudik Bripka Asril ikut menjadi Timbo Ruang Jalur Endang Rumus dalam Pacu…
Pemko Pekanbaru telah mengaspal 19 ruas jalan sepanjang 23 kilometer hingga pertengahan 2026 dan terus…
Harimau sumatra muncul di Desa Danai, Inhil, dan dilaporkan memangsa sapi warga. Polisi meminta masyarakat…
Kapolda Riau memimpin penanaman kembali mangrove rusak seluas 118 hektare di Rohil sebagai tindak lanjut…