Murid SD di Kecamatan Pangkalan Kerinci mengenakan masker guna mengantisipasi penyakit ISPA akibat munculnya kabut asap dampak Karhutla, baru-baru ini. (Foto M Amin Amran)
PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) – Sebanyak 2.220 warga Kabupaten Pelalawan terjangkit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tak kunjung mereda.
Kondisi udara di wilayah Negeri Seiya Sekata tersebut hingga saat ini berada pada kategori tidak sehat dan terus mendekati level sangat tidak sehat.
Kepala Dinas Kesehatan Pelalawan H Asril SKm MKes melalui Kabid P2PL drg Aulia Rahman mengungkapkan bahwa kenaikan angka penderita ISPA terjadi secara konsisten sejak kabut asap melanda pada awal Agustus 2026.
“Dalam per hari saja, masyarakat yang terjangkit ISPA terus bertambah cukup banyak. Dimana hingga 17 September ini, ada sebanyak 2.220 orang penderita ISPA di Kabupaten Pelalawan. Dan khusus pada Rabu (16/9/2026), jumlahnya bertambah sebanyak 60 kasus,” kata Aulia, Kamis (17/9/2026).
Aulia merincikan, penularan ISPA mendominasi kelompok usia balita dan dewasa. Tercatat sebanyak 529 pasien berasal dari kelompok usia 0–5 tahun, 429 anak usia 5–9 tahun, 414 remaja usia 10–18 tahun, 724 penderita dewasa usia 19–59 tahun, serta 124 pasien lansia di atas 60 tahun.
Merespons lonjakan kasus tersebut, Dinas Kesehatan Pelalawan telah mengaktifkan posko kesehatan 24 jam sejak 20 Agustus 2026 di seluruh puskesmas dan bidan desa yang tersebar di 12 kecamatan.
“Jadi, sejak pertengahan Agustus lalu, kita telah membuka posko kesehatan yang tersebar di 12 kecamatan Kabupaten Pelalawan,” ujarnya.
Fasilitas layanan kesehatan darurat ini disediakan untuk menangani masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan secara gratis. Selain itu, pendorongan bantuan masker dari Pemerintah Provinsi Riau juga terus disalurkan ke masyarakat melalui jaringan puskesmas setempat.
Mengenai ketersediaan logistik, pihak instalasi farmasi saat ini sedang melakukan pendataan menyeluruh terkait sisa stok dan kebutuhan tambahan masker yang akan diusulkan kembali ke tingkat provinsi.
“Jadi, saat ini bidang instalasi farmasi masih tengah mendata stok masker yang tersedia. Dan juga berapa masker yang dibutuhkan untuk diusulkan penambahan kembali ke Provinsi. Kerana sejauh ini, masih ada beberapa puskesmas yang belum melaporkan data stok dan kebutuhan masker yang diperlukan. Insya Allah, Jumat (18/9/2026) besok, pendataan masker ini akan kelar. Sehingga akan segera kita sampaikan berapa persediaan dan kebutuhan masker yang diperlukan,” jelasnya.
Guna meminimalisasi dampak buruk cuaca ekstrim ini, masyarakat diimbau untuk membatasi kegiatan di luar ruangan dan wajib mengenakan masker saat keluar rumah. Warga juga diingatkan untuk menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak minum air putih, serta memanfaatkan layanan di posko kesehatan terdekat jika mengalami keluhan fisik.(amn)
Kualitas udara di Kuansing nyaris menyentuh level sangat tidak sehat. Disdikpora Kuansing memutuskan kembali menerapkan…
Kualitas udara Bangkinang masuk kategori sangat tidak sehat akibat kabut asap karhutla. Dinkes Kampar mencatat…
Gagal meraih poin di laga pembuka, PSPS Pekanbaru fokus melakukan evaluasi total jelang laga kandang…
Grand Elite Hotel Pekanbaru menghadirkan promo menu nusantara Ayam Goreng Serundeng Sambal Bawang lezat buatan…
Badan Gizi Nasional menindak tegas 1.276 SPPG dengan menghentikan sementara operasionalnya akibat belum memenuhi kriteria…
SMP ICS Pekanbaru sukses mengamankan tiket semifinal Riau Pos-HSBL 2026 usai menundukkan SMP Dharma Loka…