REDAKSI
PEKANBARU (RIAUPOS) – Keberhasilan Polda Riau membongkar praktik pengoplosan beras di Kota Pekanbaru diapresiasi kalangan DPRD Pekanbaru. Terungkapnya kasus ini dikhawatirkan jadi indikasi bahwa beras oplosan sudah beredar luas di tengah masyarakat.
Anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru dr Meiza Ningsih MKed SpTHT-BKL pun mengingatkan, beras oplosan yang telah beredar tersebut jangan sampai masuk dan diolah dalam menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Jangan Sampai Beras Oplosan Masuk MBG
KOTA (RP) mengapresiasi Polda Riau berhasil membongkar praktik pengoplosan beras di Kota Pekanbaru. Terungkapnya kasus ini menurutnya juga mengindikasikan bahwa beras oplosan susah beredar di tengah masyarakat.
Atas hal itu Meiza mengingatkan, beras-beras oplosan yang telah beredar tersebut jangan sampai masuk dan diolah dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Satuah kerja terkait menurutnya wajib memastikan hal itu tidak terjadi.Menurutnya, satuan kerja terkait wajib memastikan hal itu tidak terjadi.
”Beras ini merupakan makanan pokok kita. Ditambah lagi dengan adanya program MBG ini, jangan sampai nanti beras oplosan yang kualitasnya rendah itu masuk kedalam makanan bergizi gratis. Ini program Presiden dan harus menjadi perhatian serius,” ujar Meiza mengingatkan, Selasa (29/7).
Meiza menekankan Pemerintah Kota (Pemko) segera melakukan pengetatan pengawasan distribusi beras, baik itu di pasar-pasar, toko-toko ritel modern hingga pergudangan.
“Pemko melalui Disperindag dan Disketapang harus lebih ketat dan gencar lagi dalam pengawasan beras di lapangan. Jangan sampai lengah, ini persoalan serius,” ujar politisi PKS ini.
Meiza Ningsih juga meminta pemko bersinergi dengan aparat kepolisian dalam menindak pelaku-pelaku distributor beras nakal di Pekanbaru.
”Harus ada tindakan tegas di lapangan supaya pelaku-pelaku itu jera. Jika tidak ada efek jera, praktik beras oplosan ini akan terjadi lagi,” tuturnya.
Sidak Gudang Beras
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Tengku Azwendi Fajri mengingatkan pemko beserta Bulog untuk rutin melakukan pengecekan ke gudang-gudang beras.
”Kami minta mereka (pemko dan Bulog, red) melakukan operasi pengawasan langsung terhadap distribusinya. Cek semua pergudangan beras di Kota Pekanbaru. Ini juga sekaligus memastikan kualitas beras yang dikonsumsi warga bagus,” sebut Azwendi, Selasa (29/7).
Azwendi minta Disperindag dan juga Perum Bulog segera melakukan operasi secara menyeluruh berkaitan aktivitas pergudangan-pergudangan beras.
”Kami yakin, munculnya permainan ini disebabkan kurangnya pengawasan dari pemerintah. Sehingga penyelewengan-penyelewengan dengan leluasa dilalukan para oknum,” ungkapnya.(end)
Pemko Pekanbaru membongkar bangunan liar di aset pemerintah kawasan Jalan Sudirman Ujung, Rumbai, menggunakan alat…
Polda Riau mengungkap dugaan peredaran sabu di Rantau Kopar, Rohil. Seorang pria diamankan, lokasi penggerebekan…
Wakil Rektor Akademik Unri, Dr Mexsasai Indra resmi maju sebagai bakal calon Rektor Unri periode…
Penampilan tim dance SMKN 1 dan SMAN 1 Rengat sukses memeriahkan suasana Riau Pos-HSBL dan…
Polres Pelalawan menggagalkan pengiriman 7,5 ton bawang merah ilegal tanpa dokumen karantina di Teluk Meranti.
Dinas Pendidikan Bengkalis mencatat 3.011 anak putus sekolah hingga 2026. Faktor ekonomi keluarga menjadi penyebab…