polisi-razia-balap-liar-di-stadion-utama-riau
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Aksi balap liar saat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Pekanbaru yang marak di Stadion Utama, mendapat respon dari pihak kepolisian. Terlebih aksi balap liar kerap menjadi tontonan gratis yang seyogyanya tidak dibenarkan.
Aksi tersebut akhirnya ditelusuri oleh Satuan Lalulintas (Satlantas) Polresta Pekanbaru dengan melakukan patroli. Petugas pun menyusuri lokasi yang kerap dijadikan arena balap liar, yakni Stadion Utama Riau.
Namun, saat itu petugas tidak mendapati aktivitas balap liar tersebut, diduga informasi kedatangan petugas sudah diketahui terlebih dahulu oleh para pembalap jalanan itu.
Riau Pos yang berada di lapangan pun hanya melihat sekelompok remaja yang serang duduk santai. Meski terbilang kejar-kejaran dengan petugas, ternyata remaja tersebut hanya nongkrong bukan balapan.
"Laporan dari masyarakat terkait balap liar kita tindaklanjuti. Namun, saat ke lapangan tidak kami jumpai. hanya saja kita temukan beberapa remaja yang sedang duduk di jalan stadion ini," ungkap Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya melalui Kasat Lantas Kompol Emil Eka Putra yang diwakili oleh Kanit Turjawali Iptu Fandri.
Katanya, pada saat didatangi petugas, empat remaja tersebut sontak kaget dan mencoba melarikan diri. Namun, usaha tersebut gagal lantaran sudah dikepung oleh petugas.
"Pada saat kami datang, mereka mencoba melarikan diri, tapi berhasil kita kepung. Lalu, kita kumpulkan dan interogasi. Empat remaja itu, semuanya berasal dari dua sekolah yang berbeda. Mereka hanya sedang jalan-jalan saja," ucapnya.
Menurutnya, anak tersebut sedang jalan sore sambil foto-foto. Bagaimana pun juga, mereka telah menyalahi aturan yang diberlakukan dalam PSBB. "Karena sedang ada PSBB mereka kita berikan teguran untuk mengulangi hal yang serupa. Sementara jika kita mendapati balap liar akan kami tindak tegas dan diproses sebagaimana mestinya," tutupnya.
Laporan: Sofi (Pekanbaru)
Editor: Erizal
Polres Pelalawan menggagalkan pengiriman 7,5 ton bawang merah ilegal tanpa dokumen karantina di Teluk Meranti.
Dinas Pendidikan Bengkalis mencatat 3.011 anak putus sekolah hingga 2026. Faktor ekonomi keluarga menjadi penyebab…
Proyek drainase di Jalan Merpati, Binawidya, terhenti hampir tiga pekan dan menyebabkan air kotor menggenangi…
Pemko Pekanbaru mulai menata kabel telekomunikasi semrawut menuju sistem bawah tanah demi estetika dan kenyamanan…
Damkar Pekanbaru mencatat 214 evakuasi ular sejak Januari 2026. Ular piton hingga kobra ditemukan masuk…
Pemkab Rohul memperkuat promosi wisata melalui branding Wonderful Indonesia berbasis media sosial untuk mengenalkan destinasi…